Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gereja Masehi Advent di Cililitan, Jakarta Timur, hari ini. Dia mengatakan pembangunan gereja ini sempat tertunda 25 tahun gara-gara persoalan izin.
"Yang disampaikan tadi tentang pembangunan gereja ini berjalan sangat panjang sekali, 25 tahun lebih mengurusnya. Dan saya tahu bahwa untuk mengurus izin yang disebut dengan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan sebagainya itu tidak gampang," kata Pramono dalam sambutannya di lokasi, Minggu (25/10/2026).
Dia mengatakan perizinan gereja itu telah ditanganinya pada tahun 2025. Dia mengatakan saat itu menerima laporan soal persoalan izin gereja dan meminta jajarannya segera menindaklanjuti.
"Dalam mengambil keputusan untuk perizinan, termasuk ketika saya dilaporkan di tahun 2025 bulan Juli yang lalu tentang penerbitan PBG gereja ini, saya menyampaikan nggak boleh ditahan terlalu lama," katanya.
"Seyogianya dalam waktu kalau administrasinya sudah selesai, seminggu-dua minggu harus selesai. Dan itu secara konsisten saya lakukan. Begitu sampai di meja saya untuk menandatangani dan memberikan persetujuan tidak lebih dari 5 menit. Tidak lebih," ucapnya.
Pramono meminta jajarannya bisa lebih proaktif untuk menyelesaikan persoalan perizinan. Dia tak ingin ada lagi kasus perizinan tempat ibadah yang berlarut-larut.
"Maka saya menyampaikan kepada jajaran Balai Kota, kebetulan di sini juga hadir Uda Jon dan juga Kak Enong, staf khusus gubernur yang mengurus membantu saya untuk yang berkaitan keumatan, kita untuk memberikan perhatian secara khusus agar proses pembangunan yang seperti ini tidak berlarut-larut dan berkepanjangan," tegasnya.
Pramono menyebut dirinya ingin merangkul semua kepercayaan dan etnis di Jakarta. Dia ingin semua warga di Jakarta mendapat perlakuan yang sama.
"Berulang kali saya menyampaikan, sebagai Gubernur Jakarta, saya harus menjadi gubernur bagi semua agama, semua ras, semua etnis, dan tidak boleh membedakan terhadap hal itu," kata dia.
Pramono juga sempat diminta pertolongan untuk membantu menyelesaikan beberapa perizinan gereja. Dia meminta Wali Kota Jakarta Timur segera menindaklanjutinya.
"Saya mau merespons dulu yang sebelah. Tadi saya langsung minta kepada Pak Wali Kota untuk diselesaikan di pemerintahan saya, supaya selesainya itu lengkap, nggak setengah-setengah. Jadi Pak Wali, tolong diselesaikan. Kalau enggak bisa selesai, saya dikabari, saya yang akan selesaikan," katanya.
(tsy/haf)