Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 22-23 Oktober 2026 untuk mendukung kelancaran Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Upaya ini diharapkan bisa membuat cuaca Jakarta lebih sejuk selama kegiatan berlangsung.
Pramono mengatakan telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk melaksanakan modifikasi cuaca. Dia berharap upaya tersebut dapat membantu menurunkan hujan sebelum acara berlangsung.
"Kebetulan kemarin hadir BMKG dan juga Kepala Badan, saya menyampaikan tanggal 24-25 kan ada acara yang bersifat internasional yaitu Jakarta Running Festival dan Konser Ye," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Oktober. Namun, pelaksanaannya dapat dimulai lebih awal jika memungkinkan.
"Saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana untuk melakukan TMC pada tanggal 22-23. Sebenarnya kalau hari ini bisa, mulai hari ini," ujarnya.
Dia berharap kondisi cuaca Jakarta menjadi lebih sejuk menjelang pelaksanaan Jakarta Running Festival pada 24-25 Oktober 2026.
"Saya berharap bahwa mudah-mudahan sebelum pelaksanaan Jakarta Running Festival, Jakarta sudah lebih sejuklah. Mudah-mudahan awannya memenuhi itu," tuturnya.
Pramono menegaskan upaya modifikasi cuaca akan dioptimalkan hingga 25 Oktober. Pemprov DKI akan berupaya mendorong turunnya hujan jika kondisi memungkinkan.
"Tapi yang jelas sampai dengan tanggal 25 itu sendiri saya sudah memerintahkan kalau memang bisa apa dibantu didorong untuk diturunkan hujan, kami akan menurunkan hujan," imbuhnya.
Jakarta Running Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22-25 Oktober dan diikuti sekitar 37.000 peserta dari 48 negara. Ajang ini menjadi wadah bagi pelari dari Indonesia dan berbagai negara untuk berpartisipasi dalam kegiatan lari.
Selain itu, konser Ye dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
(bel/amw)