Michigan -
Abdul El-Sayed menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai Anggota Senat atau Senator Amerika Serikat (AS). El-Sayed merupakan politikus Demokrat keturunan Mesir-Amerika.
Dilansir Anadolu Agency dan BBC, Minggu (8/11/2026), Abdul El-Sayed (42) merupakan putra seorang imigran asal Mesir. Dia mewakili 'faksi sayap kiri' Partai Demokrat.
Sebelum pemilihan pendahuluan Senat, dia menyatakan dukungan terhadap berbagai isu, antara lain penguatan sistem kesehatan publik dan pembubaran Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE). El-Sayed juga menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada Israel tanpa syarat.
Dia mendapat dukungan dari para 'sosialis demokrat' terkenal, seperti senator asal Vermont, Bernie Sanders dan anggota Kongres dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez. El-Sayed berhasil mengalahkan anggota kongres dari Partai Demokrat yang dianggap moderat, Haley Stevens. Dia menang dengan selisih tipis dalam pemilihan pendahuluan di internal partai.
Pada Selasa lalu, El-Sayed mencetak sejarah dengan menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS setelah mengalahkan kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan paruh waktu di Michigan yang menyedot perhatian luas. Politisi progresif itu memenangkan kursi yang ditinggalkan oleh Senator Demokrat Gary Peters, yang memutuskan untuk pensiun.
El-Sayed lahir di Rochester Hills, Michigan, dari orang tua imigran asal Mesir. Dia kemudian meniti karier di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat sebelum terjun ke dunia politik.
Dia lulus dari University of Michigan pada tahun 2007, meraih gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat dari University of Oxford sebagai penerima beasiswa Rhodes (Rhodes Scholar) pada tahun 2011, dan memperoleh gelar kedokteran dari Columbia University pada tahun 2014. Pada tahun 2015, dia menjabat sebagai direktur kesehatan untuk Detroit, kota terbesar di Michigan, di mana dia memimpin upaya pemulihan layanan kesehatan masyarakat kota tersebut pascakrisis keuangan.
Dia memegang jabatan itu hingga tahun 2017, sebelum mencalonkan diri sebagai Gubernur Michigan pada tahun 2018. Saat itu, dia kalah dari Gretchen Whitmer dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat.
Selanjutnya, El-Sayed menjabat sebagai direktur Departemen Kesehatan, Layanan Kemanusiaan, dan Veteran di Wayne County (yang mencakup wilayah Detroit) dari tahun 2023 hingga 2025. El-Sayed kembali ke kancah politik elektoral pada tahun 2026.
Dalam kampanyenya, dia mengusung agenda perluasan akses layanan kesehatan melalui program 'Medicare for All', penurunan biaya perumahan, pengurangan pengaruh donor kaya dalam politik, serta penguatan peluang ekonomi bagi keluarga pekerja. El-Sayed juga muncul sebagai pengkritik vokal atas dukungan militer AS terhadap Israel.
Dia menyebut perang yang dilakukan Israel di Gaza sebagai genosida dan menyerukan penghentian bantuan militer AS ke Israel. Pandangannya mengenai Israel menjadi sumber kontroversi utama selama masa kampanye.
Stevens, yang dia kalahkan dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, mengambil sikap yang berbeda dari partainya hanya 2 hari sebelum pemilihan umum. Dia memberikan dukungan kepada Rogers, dengan alasan kekhawatirannya terhadap retorika kampanye serta afiliasi politik El-Sayed.
Langkah Stevens ini memicu reaksi keras dari sesama anggota Partai Demokrat, namun gagal menghalangi jalan El-Sayed menuju kemenangan. Identitas Muslim yang dimiliki El-Sayed juga menjadi isu yang menonjol selama pemilihan Senat.
Presiden AS Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik lainnya berulang kali melontarkan kritik terhadapnya. El-Sayed menepis serangan-serangan tersebut dengan berargumen bahwa Trump menggunakan nama dan agamanya untuk mengalihkan perhatian dari masalah kenaikan biaya hidup serta tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat AS.
Terpilihnya El-Sayed mencatatkan sejarah baru bagi Senat, meskipun sebelumnya sudah ada warga Amerika Muslim yang pernah menjabat di DPR (House of Representatives). Keith Ellison menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres pada tahun 2006, sementara Rashida Tlaib dan Ilhan Omar menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres pada tahun 2018.
(haf/knv)