Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Profil UAH: Ulama Segudang Prestasi Bergelar Profesor yang Disebut "Setan Bisu" oleh Herri Pras

Ustaz Adi Hidayat terima gelar Profesor Kehormatan dari Uzbekistan, polemik 'setan bisu' oleh Herri Pras memicu kontroversi.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Profil UAH: Ulama Segudang Prestasi Bergelar Profesor yang Disebut "Setan Bisu" oleh Herri Pras
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Ustaz Adi Hidayat (UAH) merupakan pendakwah sekaligus akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan keilmuan Islam. Sosoknya menjadi perhatian setelah seorang konten kreator, Herri Pras menggunakan istilah "setan bisu" dalam kritiknya terhadap UAH.

Herri menjelaskan, penggunaan istilah "setan yang bisu" disebutnya merujuk pada kritik ulama terdahulu terhadap sikap sebagian ulama.

Padahal, kepakaran UAH sebagai ulama terbukti dari karya-karya dan rekam jejaknya. Terbaru, UAH resmi menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan, pada 30 Oktober 2026.

Gelar kehormatan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi UAH dalam pendidikan, penyebaran ilmu pengetahuan Islam, pembinaan generasi muda, serta pengembangan ekonomi syariah. 

Penganugerahan dilakukan bersamaan dengan pemberian gelar serupa kepada Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Didi Sukyadi.

Latar Belakang Pendidikan Ustaz Adi Hidayat

Dikutip dari Quantum Akhyar Intitute, UAH lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984. Ketertarikannya terhadap ilmu agama sudah terlihat sejak kecil. Dia menempuh pendidikan formal di TK Pertiwi Pandeglang pada 1989 dan lulus sebagai siswa terbaik.

Pendidikan dasar dilanjutkan di SDN Karaton 3 Pandeglang sebelum pindah ke SDN III Pandeglang. Selama bersekolah, dia beberapa kali meraih predikat siswa terbaik dan masuk kelas unggulan yang menghimpun siswa berprestasi di tingkat Kabupaten Pandeglang.

Di luar pendidikan formal, UAH juga menempuh pendidikan agama di Madrasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang. Pagi hari mengikuti sekolah umum, sedangkan siang hingga sore mendalami ilmu agama.

Pada 1997, UAH melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Di pesantren tersebut, dia mendalami berbagai disiplin ilmu agama dan umum. Dia juga meraih sejumlah penghargaan, khususnya dalam bidang syarh Al-Qur'an atau penjelasan kandungan Al-Qur'an.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.