MOSKOW, iNews.id - Presiden RusiaVladimir Putin menepis tuduhan bahwa Moskow berada di balik serangkaian demonstrasi rusuh di banyak negara Eropa sepekan terakhir. Demonstrasi pelajar, mahasiswa, buruh, serta elemen masyarakat lainnya pecah di Prancis, Belgia, Italia, Spanyol, Albania, serta negara lain, memprotes tingginya biaya hidup serta masalah pendidikan.
Putin menyebut tuduhan tersebut sangat berlebihan seraya menuding para pemimpin Eropa berupaya mengalihkan tanggung jawab atas gejolak di dalam negeri mereka.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Rusia, VGTRK, Putin mengaku terkejut karena para pejabat Eropa awalnya menyalahkan Amerika Serikat (AS), bukan Rusia, atas gelombang demonstrasi tersebut.