Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Moskow. Putin disebut ingin melakukan negosiasi langsung dengan Zelensky.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Foto: Detik

Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Moskow. Putin disebut ingin melakukan negosiasi langsung dengan Zelensky.

Dilansir Anadolu Agency, Rabu (28/10/2026), Putin menjamin semua kondisi yang diperlukan, termasuk pengaturan keamanan, akan disediakan. Hal ini disampaikan oleh seorang pembantu kepresidenan Rusia, Yuri Ushakov, sebagaimana dilaporkan oleh media setempat.

Yuri Ushakov mengatakan bahwa Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre dan Presiden Finlandia Alexander Stubb menyampaikan kepada Putin dalam sebuah percakapan telepon baru-baru ini bahwa Zelensky tertarik untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pemimpin Rusia tersebut.

"Atasan kami menegaskan kembali bahwa jika Zelenskyy benar-benar ingin mengadakan negosiasi langsung, dia harus datang ke Moskow. Di sana, semua kondisi yang diperlukan-termasuk yang berkaitan dengan keselamatannya-akan disediakan untuknya," demikian laporan kantor berita pemerintah Tass yang mengutip pernyataan Ushakov.

Ushakov juga mengungkapkan percakapan telepon yang melibatkan Støre, Stubb, dan Putin tersebut terutama berfokus pada kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan trilateral antara perwakilan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi.

"Ada banyak pertanyaan mengenai masalah ini serta permintaan klarifikasi dari pihak kami," katanya.

Ushakov menyatakan persoalan mengenai perwakilan Eropa dalam negosiasi terkait Ukraina saat ini belum dipertimbangkan. Hal itu akan dibahas pada negosiasi tahap lanjutan.

"Kami sama sekali belum membahas siapa yang mungkin mewakili Eropa, karena hal itu baru akan diputuskan pada tahap yang jauh lebih kemudian," ujarnya.

Ushakov menambahkan percakapan telepon tersebut berlangsung selama 90 menit dan diakhiri dengan kesepakatan para pihak untuk kembali berkomunikasi jika diperlukan.

"Menurut saya, percakapan telepon tersebut berlangsung secara mendalam dan substantif," katanya.

(haf/imk)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.