Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Rumah di Cijantung Jadi Markas Judol, TNI Tahan Letkol Arman di Pomdam Jaya

Mabes TNI menindak tegas Letkol Arman dan 11 operator judi online di Jakarta, sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Rumah di Cijantung Jadi Markas Judol, TNI Tahan Letkol Arman di Pomdam Jaya
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Mabes TNI memastikan bahwa semua pihak terkait kasus dugaan penyalahgunaan rumah milik perwira TNI AD atas nama Letkol Infanteri Arman sudah ditindak. Termasuk perwira menengah dengan dua kembang di pundak tersebut. 

Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas, Letkol Arman kini sudah menjadi tahanan Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta. Penahanan dilakukan dalam proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. 

”Terduga sudah ditahan dalam angka pemeriksaan di Pomdam Jaya,” ungkap Nas saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10). 

Nas menyatakan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Sejumlah pihak turut diperiksa. Nas menyebut, semua pihak terkait dengan kasus tersebut diperiksa tanpa kecuali. Termasuk Letkol Arman sebagai pemilik rumah.

”Semua yang dinilai perlu untuk kepentingan penyelidikan pasti diperiksa,” kata Nas.

Jenderal bintang dua TNI AD itu menyebut, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan kasus yang sempat beredar luas dan viral di media sosial (medsos) tersebut. Sanksi akan diberikan oleh TNI apabila terbukti dalam kasus tersebut ada keterlibatan prajurit.

”Bila terbukti pasti ada sanksi sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas dia.

TNI AD Amankan 11 Operator Judol

TNI AD buka suara terkait dugaan rumah perwira di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur (Jaktim), dijadikan markas judi online (judol). Sebanyak 11 operator diamankan dari rumah tersebut pada Minggu (4/11). Tindakan itu dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Dony Pramono menyampaikan bahwa dari lokasi yang sama turut diamankan sejumlah barang bukti. Terdiri atas 32 unit komputer, 14  telepon seluler, dan 9 KTP. Dia memastikan, tidak ada prajurit TNI di antara 11 operator tersebut.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.