Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Rumah Warga di Cikampek Disatroni Preman, Pagar Digedor-Gedor Parang

Salah satu pria bertato turun dari motor dan mengeluarkan senjata tajam jenis parang. Ia lalu berteriak dan memukul pagar dengan parang.#newsupdate #update #nnews #text

Kumparan 2 menit baca 0 komentar
Rumah Warga di Cikampek Disatroni Preman, Pagar Digedor-Gedor Parang
Foto: Kumparan

Sejumlah pria yang diduga preman mendatangi rumah warga di Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (19/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam rekaman CCTV, tampak dua pria mengendarai sepeda motor datang ke lokasi. Salah satu pria bertato turun dari motor dan mengeluarkan senjata tajam jenis parang. Ia lalu berteriak dan memukul pagar dengan parang.

Beberapa saat kemudian, sebuah mobil Honda Brio berwarna hitam berhenti di dekat persimpangan. Di sana, tampak enam pria lain yang diduga rekan kedua pria yang sebelumnya datang menggunakan sepeda motor. Mereka beberapa kali terlihat memperhatikan rumah korban.

Atas kejadian tersebut, Agnes (41), pemilik rumah, melaporkan dugaan teror itu ke Polresta Karawang pada Selasa (20/10) malam. Ia didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jala Paksi.

"Kami telah melaporkan dugaan pengancaman secara bersama-sama. Ada sekelompok orang yang diduga oknum anggota LSM datang ke rumah korban membawa senjata tajam, menggedor-gedor, berteriak, dan melakukan intimidasi," kata Ketua LBH Jala Paksi, Fajar Ramadan, Kamis (22/10).

Menurut Fajar, dugaan pengancaman tersebut berkaitan dengan persoalan mobil milik tetangga korban yang sebelumnya bermasalah dengan perusahaan pembiayaan atau leasing. Mobil itu disimpan di rumah Agnes dan diduga hendak diambil kembali oleh para terlapor.

“Dugaan pengancaman ini mengacu pada Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” ujarnya.

Sementara itu, Agnes mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang melatarbelakangi kedatangan sekelompok orang tersebut. Ia menegaskan, keluarganya merasa terancam karena mereka datang pada malam hari dengan membawa senjata tajam.

"Saya merasa terancam. Kami tidak punya masalah dengan mereka, tetapi mereka datang membawa senjata tajam. Keluarga saya ketakutan, sampai anak-anak menangis," tutur Agnes.

Agnes menjelaskan, saat kejadian berlangsung, ia berada di rumah bersama anggota keluarganya. Mereka kemudian meminta bantuan perangkat desa dan warga sekitar untuk menghadapi situasi tersebut.

Ia juga mengaku telah meminta bantuan pemerintah desa agar kejadian itu ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau memang ada persoalan, seharusnya dibicarakan baik-baik. Jangan sampai datang ke rumah membawa senjata tajam, apalagi kami perempuan dan tidak tahu persoalan mereka,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Karawang, Kompol Ali Jupri, membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Ia mengatakan, laporan itu masih ditangani oleh kepolisian.

"Betul ada laporannya. Saat ini lagi kita tangani dulu ya," katanya saat dikonfirmasi.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.