JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan dan memanasnya ketegangan geopolitik.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea menjelaskan, data inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar memicu spekulasi mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
"Rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh The Fed," kata Erwin dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).