JawaPos.com - Ratusan massa aksi dari berbagai kampus datang dari dua arah berbeda hingga mengepung polisi di depan Hotel Grand Indonesia, Rabu (28/10) sore. Ratusan massa tiba-tiba datang dari arah Bundaran HI menuju arah Sudirman menuju massa yang masih tertahan blokade.
Pantauan JawaPos.com di lokasi sekitar pukul 17.04 WIB, ratusan massa berlari dari arah Bundaran HI ke arah Sudirman untuk menjemput ratusan massa lain yang hingga kini tertahan di depan Gedung UOB, Jakarta Pusat.
Arakan massa yang cepat itu sempat membuat puluhan personel Brimob yang tengah bersiap ke arah Sudirman menggunakan motor kalang kabut karena tak menyangka ada gerakan massa dari arah Bundaran HI.
Mulanya, para polisi yang mengenakan motor itu balik kanan menjauh dari massa aksi. Namun, komando kemudian meminta mereka tak mundur dan menghadang para massa.
"Woi, jangan mundur. Jangan mundur," kata salah satu polisi.
Hal itu membuat para personel polisi itu kembali memposisikan kendaraannya berhadapan dengan massa yang tak gentar terus merangsek ke depan.
Massa dari arah Bundaran HI pun meminta polisi membuka blokade agar massa dari arah Sudirman bisa ke Bundaran HI.
Benturan sempat terjadi antara massa dan polisi. Blokade jalan dilemparkan massa kepada polisi yang sudah lebih bersiap dengan mengenakan perisai.
Saat ini, kondisi sudah kondusif kembali meski massa dari dua arah masih bertahan dan mengepung polisi.
Untuk diketahui, dalam aksi ini, massa membawa lima tuntutan. Pertama, menetapkan status bencana nasional atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), adili korporasi yang bertanggung jawab, dan tuntaskan integrasi tata kelola lahan.