Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Satpol PP yang Diserang Pekerja Proyek di Jaksel Lapor Polisi, Pelaku Dicari

Anggota Satpol PP diserang pekerja proyek di Jakarta Selatan saat penertiban parkir liar. Gubernur Pramono minta proses hukum tetap dilanjutkan.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Satpol PP yang Diserang Pekerja Proyek di Jaksel Lapor Polisi, Pelaku Dicari
Foto: Detik

Jakarta -

Anggota Satpol PP diduga diserang oleh sejumlah pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan (Jaksel). Anggota Satpol PP itu kini melaporkan kasus kepada pihak kepolisian.

"Betul, sudah buat laporan di Polsek," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru, AKP Andre JR Simamora kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Pihak kepolisian belum bisa memastikan berapa orang yang terlibat dalam aksi pengeroyokan itu. Pihak kepolisian masih berupaya mengidentifikasi para pelaku.

Sebanyak lima orang saksi sudah diperiksa. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman.

"Sementara belum bisa kita identifikasi pelakunya, karena waktu itu ramai, dan berapa orang yang melakukan kita juga belum bisa pastikan. Betul (pelaku dicari) masih kita koordinasikan juga dengan pihak terkait," ujarnya.

Pramono Minta Kasus Diusut

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap kronologi bentrokan antara petugas Satpol PP dan pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan (Jaksel). Insiden itu bermula saat petugas menertibkan parkir liar.

Pramono mengatakan dirinya telah menerima laporan langsung dari Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi terkait peristiwa tersebut. Kericuhan antara petugas Satpol PP DKI Jakarta dan sejumlah pekerja proyek itu terekam kamera dan beredar di media sosial.

"Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar dan juga pedagang kaki lima yang sementara menggunakan lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat," kata Pramono di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10).

Dia menjelaskan dalam penertiban trotoar tersebut, petugas Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) menindak kendaraan yang parkir sembarangan. Salah satu tindakan yang dilakukan petugas Dishub ialah mencabut pentil ban kendaraan.

Namun, menurut Pramono, situasi kemudian memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga melakukan provokasi. Hal itu memicu bentrokan antara petugas Dishub dan para pekerja proyek.

"Dan ketika dilakukan di kolam renang Bulungan di daerah itu, kemudian bersama-sama dengan Dinas Perhubungan melakukan penertiban, mencabut pentil ban supaya orang tidak parkir sembarangan," ujarnya.

"Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi. Terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada," sambungnya.

Pramono menyebut petugas Dishub kemudian mundur dari lokasi. Meski demikian, masih ada orang yang mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP.

Akibat kejadian itu, seorang anggota Satpol PP menjadi korban pemukulan menggunakan helm. Petugas tersebut kemudian mendapatkan perawatan di puskesmas.

"Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan," ungkapnya.

Pramono menegaskan tidak ingin ada tindakan premanisme terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas. Dia meminta agar proses hukum terhadap pihak yang terlibat tetap dilanjutkan.

"Tadi malam pun saya bilang bahwa kita enggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main," tegasnya.

Pramono juga mengungkapkan perwakilan manajemen proyek telah menemui pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski demikian, Pramono menekankan bahwa permintaan maaf tidak serta-merta menghentikan proses hukum atas dugaan pemukulan terhadap petugas.

(wnv/mea)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.