Jakarta -
Pemerintah Indonesia terus berupaya menghadirkan kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berbagai inovasi dilakukan, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Pemerintah Indonesia meluncurkan program Sekolah Rakyat untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi 150 ribu anak dari keluarga kurang mampu hingga 2027.
Jakarta -
Pemerintah Indonesia terus berupaya menghadirkan kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berbagai inovasi dilakukan, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Kementerian Sosial (Kemensos) menyebutkan bahwa saat ini lebih dari 44 ribu anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, kembali mendapatkan akses pendidikan gratis dan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat.
"Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis, sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI, Devi Deliani, beberapa waktu lalu.
Sekolah Rakyat kini telah menjangkau 182 titik, meningkat dari 166 titik dengan lebih dari 14.700 peserta didik pada tahun pertama pelaksanaannya.
Pada 2026, sebanyak 93 gedung Sekolah Rakyat permanen telah rampung dibangun dan mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan Juli hingga awal September. Kehadiran gedung-gedung tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dengan fasilitas yang memadai bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah menargetkan lebih dari 150 ribu siswa dapat terlayani pada 2027. Ke depan, pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa.
Siswa Sekolah Rakyat Torehkan Ribuan Prestasi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa selama satu tahun pelaksanaan Sekolah Rakyat, para siswa telah menorehkan ratusan prestasi di berbagai tingkatan.
"Alhamdulillah, selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Ada prestasi tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan ada juga prestasi di tingkat internasional," kata Gus Ipul dalam kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Sepanjang 2025, siswa Sekolah Rakyat tercatat meraih 4 prestasi tingkat internasional, 674 tingkat nasional, 71 tingkat regional, 513 tingkat provinsi, 842 tingkat kabupaten/kota, 89 tingkat kecamatan, dan 1.347 tingkat sekolah.
"Banyak sekali, Bapak-Ibu sekalian, anak-anak yang sebelumnya putus harapan dan sekarang mereka sudah berprestasi," ujarnya.
Upaya mendorong siswa agar terus berprestasi melalui pemerataan akses pendidikan tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah juga terus berupaya menghadirkan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Makassar.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat di Kota Makassar pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari refleksi satu tahun pelaksanaan Sekolah Rakyat. Kehadiran program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
Acara Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat tersebut juga dapat disaksikan melalui siaran langsung (live streaming) di detikcom. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap pemerataan akses pendidikan dapat terus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa.
(anl/ega)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.