London -
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham meminta warganya menyiapkan stok makanan kaleng dan air minum untuk menghadapi keadaan darurat. Sementara, Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, membuat peringatan kemungkinan perang dalam 1.000 hari ke depan.
Dilansir BBC dan Independent, Selasa (27/10/2026), imbauan dari Burnham itu muncul di tengah badai yang melanda Inggris. Selain itu, ada juga gangguan daring yang disebabkan oleh celah keamanan serius.
Pemerintah telah menyusun rekomendasi agar setiap rumah tangga memiliki persediaan air minum dalam kemasan dan makanan kaleng untuk kebutuhan 3 hari. Hal itu diyakini penting untuk menghadapi krisis seperti perang, serangan siber, atau bencana alam.
"Ini bukan soal panik, melainkan tentang mengambil langkah-langkah bijak dengan memastikan ketersediaan stok yang cukup di rumah untuk membantu Anda bertahan jika terjadi situasi sulit," kata Burnham.
Imbauan itu juga muncul setelah Kantor Audit Nasional (NAO) memperingatkan rantai pasokan pangan Inggris berada dalam risiko akibat meningkatnya ancaman serangan siber dan krisis iklim bulan lalu. NAO juga menyatakan Departemen Pangan, Lingkungan, dan Urusan Pedesaan (Defra) belum melakukan upaya yang memadai dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan tersebut.
Kepala eksekutif Cold Chain Federation, organisasi yang mewakili perusahaan pengangkut bahan pangan dengan suhu terkendali, mengungkapkan Inggris kini menjadi sasaran peretas siber asal Rusia. Para peretas tersebut, menurutnya, mengetahui titik-titik kerentanan dalam sistem pasokan pangan Inggris.
Namun, Burnham menepis anggapan pemerintahnya gagal melakukan persiapan yang memadai. Dia menyatakan imbauan ini muncul karena situasi tak terduga semakin sering terjadi di dunia.
"Tidak demikian. Kami justru sedang berdiskusi dengan masyarakat tentang pentingnya persiapan yang lebih baik, mengingat kita hidup di dunia di mana peristiwa tak terduga kini semakin sering terjadi," ujarnya.
"Sebagai contoh, peristiwa cuaca ekstrem. Saat ini, Inggris tengah dilanda badai, dan kami turut prihatin terhadap warga di Cornwall yang sedang mengalami pemadaman listrik. Intinya adalah memastikan ketersediaan pasokan di rumah agar kita mampu melewati situasi sulit seperti itu. Jadi, inilah yang kami maksud dengan membangun ketahanan," sambungnya.
Pemerintah telah menyusun daftar periksa yang menyarankan setiap orang untuk menyiapkan sembilan liter air, jumlah yang cukup untuk kebutuhan selama tiga hari, serta bahan pangan yang tahan lama, seperti daging dan sayuran dalam kaleng atau buah-buahan kering. Pemerintah juga menyarankan untuk memiliki radio FM, baik yang menggunakan baterai maupun yang dapat dioperasikan dengan cara diputar (engkol).
Jika terjadi krisis nasional, BBC akan memprioritaskan penyiaran berita serta informasi terkait kesehatan dan keselamatan. Saat terjadi pemadaman listrik besar-besaran, radio FM menjadi sarana terbaik untuk mendapatkan informasi terkini tersebut.
Daftar tersebut juga mencakup barang-barang lain seperti cairan pembersih tangan, tisu basah, perlengkapan mandi, makanan untuk hewan peliharaan, kebutuhan bayi, senter, selimut, pengisi daya portabel (Power bank) yang terisi penuh, uang tunai untuk mengantisipasi kegagalan sistem pembayaran, kotak pertolongan pertama (P3K), serta salinan dokumen-dokumen penting.
Sementara, Streeting dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memusuhi Inggris mungkin akan siap melancarkan serangan pada tahun 2030.
"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melakukan serangan," tulis Streeting.
"Ini memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu untuk bertempur dan meraih kemenangan," sambungnya.
(haf/dhn)