Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Selain Sestama, OTT KPK Juga Amankan Terduga Kerabat Kepala BNPB?

KPK mengamankan 14 orang dalam OTT di BNPB, termasuk adik Kepala BNPB, terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Selain Sestama, OTT KPK Juga Amankan Terduga Kerabat Kepala BNPB?
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10). Dari sejumlah pihak yang diamankan, terdapat sosok yang memiliki hubungan dekat dengan Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

Menurut sumber, salah satu yang ditangkap memiliki hubungan dengan Kepala BNPB Suharyanto yaitu adiknya yang berinisial BM. BM diamankan dalam kapasitasnya sebagai pihak swasta. Selain BM, menurut sumber terdapat juga orang kepercayaan Kepala BNPB yang berinisial RCH. RCH ini menurut sumber bekerja sebagai tenaga ahli kepala BNPB. 

Selain keduanya, KPK turut mengamankan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BNPB, serta sejumlah pihak swasta lainnya.

Akan tetapi baik jubir atau pihak KPK belum bisa membeberkan detail nama-nama yang kena OTT selain Rustian. "Untuk para pihak siapa-siapa yang diamankan, akan diinfo lebih lanjut," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto soal operasi senyap di BNPB pada Selasa (13/10) lalu.

Operasi senyap tersebut diduga berkaitan dengan transaksi ilegal dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Penyidik tengah mendalami dugaan penyimpangan yang bersumber dari dana siap pakai (DSP) untuk penanganan kebencanaan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa perkara yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di BNPB.

"Penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi ini terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB," kata Budi Prasetyo di Jogjakarta, Selasa (13/10) malam.

Dana siap pakai merupakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana tersebut digunakan untuk mendukung penanganan bencana, mulai dari masa siaga darurat, tanggap darurat, hingga transisi darurat menuju pemulihan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.