Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Senapan yang Dipakai Saat Perang Vietnam Ini Dijuluki Babi, Kenapa?

Salah satu senjata yang dipakai AS saat Perang Vietnam adalah senapan mesin M60 yang mendapat julukan babi. Kenapa julukannya babi?

Detik 2 menit baca 0 komentar
Senapan yang Dipakai Saat Perang Vietnam Ini Dijuluki Babi, Kenapa?
Foto: Detik

Jakarta -

Selama Perang Vietnam, Amerika Serikat (AS) memakai senjata canggih untuk memenangkan perang. Salah satunya yakni senapan mesin M60 yang mendapat julukan babi.

Dikutip dari Defense Media Network, M60 adalah senapan mesin ringan/serbaguna berkaliber 7,62 mm NATO (.308 caliber) yang dioperasikan dengan gas (gas-operated). Senapan ini memiliki pendingin udara (air-cooled), serta menggunakan sabuk amunisi (belt-fed).

Senapan ini menjadi ikonik di Perang Vietnam-terpasang di pintu helikopter, bunker penjagaan, hingga patroli skuad. Selain itu, si babi juga menjadi senjata paling populer kedua setelah helikopter Huey. Senjata ini juga terkenal dalam budaya populer lewat film Rambo.

Senjata ini mulai dikembangkan pada era Perang Dingin (1950-an). Pengembangannya terinspirasi dari senapan mesin MG-42 milik Jerman dari Perang Dunia II. Senjata ini diadopsi sebagai standar Angkatan Darat AS pada Februari 1957 untuk menggantikan BAR, M1919A6, dan M1917.

Senapan ini dijuluki babi oleh para prajurit AS karena ukurannya yang besar/bongsor (bulk) serta suara dentuman tembakannya yang menyerupai dengkuran babi ternak.

Senapan ini memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya yakni keandalan dan laju tembakan (rate of fire) yang baik serta mudah dikontrol. Kemudian, pistol grip mudah digunakan, pegangan depan berbahan karet yang nyaman, serta dudukan tali sandang yang baik.

Tak hanya itu, pembidik belakang (rear sight) cukup tangguh dan mudah disesuaikan untuk elevasi maupun arah angin. Dapat ditembakkan dari pundak atau panggul jika operatornya cukup kuat.

Proses penggantian laras yang canggung dan sulit dilakukan saat pertempuran sengit. Pada versi awal, bipod terpasang langsung pada laras sehingga penembak harus mengangkat senjata saat laras diganti.

Masalah teknis seperti komponen sistem gas yang longgar sehingga menyebabkan senjata macet atau menembak liar tak terkendali (runaway gun), serta penggunaan bahan logam yang kurang berkualitas pada operating rod.

M60 digunakan oleh sekitar 30 negara di seluruh dunia. Namun, sejak dekade 1980-an, militer AS mulai menggantikan M60 dengan senapan M249 SAW (5,56 mm) dan M240 (7,62 mm).

(rdp/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.