JawaPos.com - Gelaran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Selasa (29/9).
Ajang bergengsi besutan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini melahirkan puluhan peneliti muda berbakat dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia.
Acara penutupan di Auditorium KH Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, menjadi saksi penganugerahan medali emas, perak, perunggu, hingga penghargaan khusus bagi para siswa yang berhasil membawa riset terbaik mereka.
Kepala Puspresnas, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono menegaskan, OPSI mengusung pendekatan unik yang membedakan dari ajang olimpiade sains pada umumnya.
”Kalau ajang lainnya anak-anak diminta untuk mengerjakan soal. Tapi kita untuk riset ini bukan mengerjakan soal, tapi berpikir menyelesaikan suatu permasalahan. Bahkan berangkat dari hakikat riset, permasalahan yang belum ada pun harus kita mampu prediksi, masalah ke depan apa dan solusinya apa,” ujar Irene.
Dia menambahkan, babak final OPSI juga memfasilitasi pengembangan diri peserta melalui program Bina Talenta Indonesia secara kolaboratif.
Fokusnya melatih enam kemampuan utama (6C), yaitu critical thinking, creativity, collaboration, communication, character, dan citizenship.
UMJ Siapkan Beasiswa, Rektor Soroti Kelangkaan Karakter
Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen nyata terhadap dunia pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan kesiapan mereka mendampingi para juara.
Rektor UMJ Ma’mun Murod menegaskan komitmen kampus untuk memberikan beasiswa kepada para pemenang OPSI 2026.