JawaPos.com - Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tak sekadar menguji penguasaan materi pelajaran. Siswa juga ditantang membaca stimulus, menganalisis informasi, hingga menarik kesimpulan melalui variasi soal yang lebih beragam.
Model tersebut disiapkan untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara lebih terstandar di seluruh Indonesia.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Rahmawati menjelaskan, TKA menjadi instrumen untuk mengukur hasil pembelajaran dengan standar yang sama.
Selama ini, penilaian siswa di sekolah dapat berbeda karena standar yang digunakan masing-masing guru dan satuan pendidikan tidak selalu seragam.
”Kurikulum sama dari Sabang sampai Merauke, target pembelajaran juga seragam. Nah, lewat TKA ini kita mau lihat, seberapa jauh hasilnya? Dulu memang ada pengukuran, tapi sifatnya subjektif karena standarnya beda-beda tergantung sekolah atau guru yang mengajar,” urai Rahmawati dilansir dari Antara.
Menurut dia, TKA dirancang untuk mendorong kemampuan siswa melampaui sekadar mengingat materi.
Karena itu, bentuk soal dibuat lebih bervariasi, mulai dari pilihan ganda kompleks hingga analisis infografis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
”Belajar itu levelnya harus sampai paham, bisa mempraktikkannya, dan mampu bernalar. Pola pikir itulah yang ingin kita bawa lewat TKA ini,” cetus Rahmawati.
Rahmawati juga meluruskan anggapan bahwa TKA merupakan pengulangan Ujian Nasional (UN). TKA tidak wajib diikuti dan hasilnya bukan penentu kelulusan siswa.