Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Sopir Taksi Online Dirampok Lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Kebun Sawit

Tim gabungan Polda Sumut ungkap kasus pembunuhan sopir taksi online Muhammad Imran. Dua pelaku ditangkap, barang bukti diamankan, dan mobil korban ditemukan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Sopir Taksi Online Dirampok Lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Kebun Sawit
Foto: Detik

Medan -

Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Asahan mengungkap kasus pembunuhan sopir taksi online Muhammad Imran (33). Korban awalnya dirampok lalu dibunuh di Deli Serdang, dan jasadnya dibuang ke parit perkebunan sawit di wilayah Asahan.

Dilansir detikSumut, masyarakat awalnya digegerkan dengan penemuan mayat di parit perkebunan kelapa sawit di Kelurahan Dadi Mulyo, Kisaran Barat, Asahan, pada Kamis (22/10). Tubuh korban ditemukan dengan luka tusuk dan sayatan.

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Cornelius Mangarahon Simanjuntak menyebut pihaknya menyelidiki penemuan jasad korban tersebut. Polisi menduga mayat itu merupakan korban pembunuhan.

Tim gabungan melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah TKP, autopsi jasad korban, hingga menganalisis CCTV. Polisi akhirnya mengantongi identitas para pelaku. Hasil penyelidikan menunjukkan korban diduga dirampok di Jalan Kates, Sunggal, Deli Serdang, pada Rabu (21/10) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dua pelaku, MAH dan FSO, ditangkap di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, pada Jumat (23/10) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Selain menangkap para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat beraksi, yakni pisau, gergaji kawat yang diduga digunakan sebagai alat penjerat, dan sarung tangan.

Polisi kemudian mencari barang-barang korban yang dicuri para pelaku. Hasilnya, mobil korban ditemukan tim gabungan saat hendak dijual di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Sementara itu, ponsel korban diduga telah dijual para pelaku. Cornelius mengatakan polisi masih mendalami hal tersebut.

"Tim gabungan juga melakukan penyisiran untuk menemukan barang bukti yang diduga dibuang oleh para terduga pelaku selama perjalanan dari lokasi pembuangan jenazah menuju Medan," sebutnya.

Baca selengkapnya di sini.

(aik/aik)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.