Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Survei Celios-Kabinet Bayangan: 75 Persen Publik Stres Akibat Kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Survei terbaru menunjukkan 75 persen publik merasa stres akibat kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran, dengan 67 persen mengaku terpengaruh oleh Prabowo.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Survei Celios-Kabinet Bayangan: 75 Persen Publik Stres Akibat Kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran
Foto: Jawa Pos


JawaPos.com - Sebanyak 75 persen publik dinilai mengaku stres dengan kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu diketahui setelah survei yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan.

"75 persen responden merasa stres akibat kebijakan yang dibuat pemerintah," kata Direktur Utama CELIOS, Bhima Yudhistira, Senin (12/10).

Bahkan, dalam survei itu juga disebutkan bahwa sebanyak 67 persen publik dibuat stres oleh prilaku Prabowo Subianto. 

Survei yang dilakukan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dalam rangka memotret dua tahun kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Diketahui, pemerintahan Prabowo-Gibran genap memasuki masa dua tahun pemerintahan pada 20 Oktober 2026.

Survei tersebut dilakukan secara terpisah untuk masyarakat umum, dan kelompok ahli, dengan metode pengambilan sampel yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok. 

Pengumpulan data mulai dilakukan sejak tanggal 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei itu menyasar 1.142 responden.

Survei masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads, yang kemudian dilengkapi dengan pembobotan (weighting) untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi yang menjadi acuan. 

Sedangkan survei ahli menggunakan snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian dan pengalaman yang relevan. 

"Penyusunan instrumen dilakukan melalui proses yang ketat, termasuk uji validitas dan reliabilitas, serta penelaahan oleh pihak eksternal untuk memastikan pertanyaan disusun secara objektif, memiliki kualitas pengukuran yang memadai, dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis," pungkasnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.