Jakarta -
Voxpol Center Research and Consulting merilis survei mengenai kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto. Hasilnya menunjukkan 63,1 persen responden percaya dengan Prabowo.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Survei Voxpol Center menunjukkan 63,1% publik percaya pada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Jakarta -
Voxpol Center Research and Consulting merilis survei mengenai kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto. Hasilnya menunjukkan 63,1 persen responden percaya dengan Prabowo.
Survei digelar pada periode 3 hingga 12 Oktober 2026. Ada 1.200 responden yang dilibatkan dalam survei dari seluruh provinsi di Indonesia.
Adapun metodologi survei menggunakan multistage random sampling dan para responden diwawancarai secara tatap muka. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen.
Para responden ditanya, 'Apakah Ibu, Bapak, dan Saudara percaya dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini?'. Hasilnya lebih banyak responden percaya dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Berikut ini hasilnya:
Sangat percaya: 6,7%
Percaya: 56,4%
Kurang percaya: 29,3%
Sangat tidak percaya: 6,4%
TT/TJ: 1,2%
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago lalu menjelaskan hasil survei tersebut. Dia mengatakan hasil survei menunjukkan kepercayaan terhadap Prabowo masih tergolong kuat.
"Itu level confident-nya adalah 63,1 persen baik yang sangat percaya 6,7 persen kita kolab dengan yang percaya 56,4 persen, mereka sangat percaya dengan pemerintahan sekarang, ada di angka 35,7 persen yang kurang percaya atau sangat tidak percaya dengan pemerintahan sekarang," jelas Pangi saat memaparkan survei seperti dilihat di YouTube Voxpol Center, Kamis (22/10/2026).
"Artinya secara data ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan responden terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tergolong kuat mencapai 63,1%, sementera 35,7 persen menyatakan kurang atau tidak percaya," lanjut dia.
(maa/gbr)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.