JawaPos.com – Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, AKBP Netty Rosdiana Siagian menyatakan mengundurkan diri dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Polwan yang dikenal berprestasi tersebut menyampaikan keputusan pengunduran dirinya melalui akun Instagram pribadinya, @netty_diana, dikutip Minggu (1/11).
Netty yang merupakan istri Purnawirawan Brigjen Puji Santosa mengajukan permohonan pensiun dini terhitung sejak 1 September 2026.
Baca Juga: Profil AKBP Netty Rosdiana, Istri Jenderal Polisi yang Pernah Sindir Seskab Teddy 'Lupa Daratan'
Melalui unggahannya, Netty mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan institusi yang selama ini menjadi tempatnya mengabdi bukanlah perkara mudah. Namun, dia merasa ada hal yang lebih berat jika harus tetap bertahan dalam lingkungan yang dinilainya tidak lagi sejalan dengan prinsip pribadi.
"Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani," tulis Netty.
Dia juga menegaskan, keputusannya bukan dilandasi rasa takut ataupun hilangnya keberanian. Sebaliknya, Netty menyebut langkah tersebut sebagai upaya mempertahankan prinsip dan keyakinan terhadap kebenaran.
View this post on Instagram
A post shared by AKBP. DR. Netty Rosdiana Siagian,SH.MM.MH (@netty_diana)
"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini," tegasnya.
Menurut Netty, atribut kedinasan maupun jabatan bukanlah sesuatu yang harus dipertahankan dengan mengorbankan nilai-nilai yang diyakini. Baginya, harga diri dan hati nurani merupakan prinsip yang tidak boleh ditukar dengan kepentingan apa pun.
Netty mengaku lebih memilih menghadapi konsekuensi dari pengunduran diri daripada harus mengesampingkan prinsip yang selama ini dipegang.
"Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip. Sebab pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan," pungkasnya.