Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Tegang! China Kirim Pasukan Awasi Kapal Perang AS di Laut China Selatan

Beijing menuduh kapal perang AS itu "secara ilegal" memasuki perairan di sekitar beting yang disengketakan di perairan Laut China Selatan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Tegang! China Kirim Pasukan Awasi Kapal Perang AS di Laut China Selatan
Foto: Detik

Beijing -

Militer China mengerahkan pasukan untuk mengawasi sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang terdeteksi berlayar di Laut China Selatan. Beijing menuduh kapal perang AS itu "secara ilegal" memasuki perairan di sekitar beting yang disengketakan di perairan tersebut.

China menganggap hampir seluruh jalur perairan di Laut China Selatan yang sibuk sebagai wilayah kedaulatannya, meskipun terdapat klaim yang tumpang tindih dari Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Ketegangan terkini paling terasa antara Beijing dan Manila.

Komando Teater Selatan pada militer China, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/10/2026), mengatakan bahwa kapal perang AS, Charleston, telah "menyusup secara ilegal" ke dalam perairan di dekat Sabina Shoal di Kepulauan Spratly tanpa persetujuan pemerintah China pada Selasa (20/10) dini hari waktu setempat.

"Tindakan AS tersebut melanggar hak dan kepentingan berdaulat China, membahayakan keamanan maritim, dan merugikan perdamaian juga stabilitas kawasan," sebut Komando Teater Selatan pada militer China dalam pernyataannya.

"Pihak AS harus segera menghentikan aktivitas semacam itu," tegas Komando Teater Selatan pada militer China.

Ditambahkan bahwa Angkatan Laut China telah mengerahkan pasukan untuk melacak dan memantau kapal perang AS tersebut.

Angkatan Laut AS belum memberikan tanggapan terhadap pernyataan China tersebut.

Namun Washington biasanya menyebut misi semacam itu sebagai "operasi kebebasan navigasi", meskipun misi terakhir yang diketahui dilakukan di Laut China Selatan dilakukan lebih dari setahun lalu.

Bulan lalu, China terlibat insiden dengan Filipina di Laut China Selatan. Sebuah kapal Penjaga Pantai China menabrak kapal Filipina yang sedang menjalankan misi pengisian bahan bakar di dekat beting yang sama.

Beijing dan Manila, yang memiliki perjanjian pertahanan bersama dengan AS, sama-sama mengklaim kedaulatan atas Sabina Shoal dan seluruh Kepulauan Spratly.

Simak juga Video 'Iran: AS Kirim 'Ibu dari Segala Bom', Kami Beri 'Bapak dari Segala Rudal'':

(nvc/dhn)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.