Jakarta -
Anak-anak di Kampung Ongan Jaya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, kini memiliki ruang untuk membaca, belajar, dan bermain bersama. Melalui Taman Baca Masyarakat Seribu Mimpi, Tim 9 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung menghadirkan lebih dari 4.000 buku sekaligus melibatkan pemuda setempat dalam pengelolaannya.
TBM Seribu Mimpi diresmikan pada Jumat (23/10) sebagai upaya memperluas akses bacaan bermutu bagi anak-anak dan masyarakat di Yapsi. Kehadiran ruang baca ini sekaligus menjadi sarana bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Ketua TEP 9 Ekspedisi Patriot ITB, Dr. Aulia Arfida Paramita mengatakan taman baca tersebut dihadirkan untuk membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang bagi anak-anak dan warga untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus menumbuhkan minat baca di luar lingkungan sekolah.
"Bagi kami, peresmian Taman Baca Seribu Mimpi bukan sekadar menghadirkan tempat membaca, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak dan masyarakat untuk terus belajar dan berkembang. Semoga dari ruang sederhana ini lahir mimpi-mimpi besar yang dapat diwujudkan melalui kesempatan dan semangat belajar," ujar Aulia dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Untuk mewujudkan keberlanjutan harapan tersebut, TEP ITB turut melibatkan pemuda-pemudi setempat dalam pengelolaan taman baca. Pelibatan warga ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kegiatan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang belajar yang telah dibangun.
Kehadiran taman baca tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya, termasuk Suwarti, guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tempat mengajarnya berdampingan dengan TBM Seribu Mimpi. Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan pilihan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak sekaligus mendukung aktivitas belajar mereka di luar sekolah.
"Kami sangat bersyukur dengan adanya program taman baca ini, kini menjadi lebih hidup dan memberikan wadah bagi anak-anak Yapsi, bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk belajar," ujar Suwarti.
Dampak kehadiran taman baca juga dirasakan langsung oleh anak-anak yang kini memiliki ruang untuk membaca dan bermain bersama teman sebaya. Salah satunya Fransiskus Moa, siswa kelas VIII SMPN 2 Yapsi, yang mengaku senang dengan keberadaan TBM Seribu Mimpi karena menyediakan tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu.
"Saya sangat senang ada TBM Seribu Mimpi. Tempatnya nyaman untuk membaca buku dan bermain bersama teman-teman," ujar Moa.
Selain menghadirkan fasilitas dan melibatkan warga dalam pengelolaan, TEP ITB juga mendorong penguatan kelembagaan taman baca agar dapat terus beroperasi. Bersama Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Jayapura, TEP ITB telah mengajukan pendaftaran TBM ke Perpustakaan Nasional.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan TBM Seribu Mimpi sebagai ruang literasi masyarakat. Dengan penguatan kelembagaan, keberlangsungan kegiatan taman baca didorong untuk dapat terus terjaga.
Dukungan terhadap kegiatan literasi juga terlihat melalui kehadiran Mobil Literasi (SiMoLi) BPMP Papua yang memeriahkan acara dengan dongeng interaktif dan hiburan bagi anak-anak. Berbagai bentuk dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran taman baca dalam mendukung pendidikan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Melalui penyediaan lebih dari 4.000 buku, ruang belajar yang nyaman, serta keterlibatan warga dalam pengelolaannya, TBM Seribu Mimpi diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak untuk belajar dan mengembangkan potensi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari misi Tim Ekspedisi Patriot dalam memperkuat pendidikan di kawasan transmigrasi. Pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan wilayah, tetapi juga menyentuh kebutuhan anak-anak untuk memperoleh akses belajar dan membangun masa depan.
Sebagai informasi tambahan, dalam peresmiannya taman baca ini mendapat sambutan secara virtual dari Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz, serta dukungan dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Jayapura, TP-PKK, Balai Bahasa Papua, dan Bank Indonesia.
(akd/akd)