Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

TEP UNPAD Susun Modul Bahasa Iha Bersama Dewan Adat Bomberay Papua Barat

Siswa SD di Distrik Bomberay belajar bahasa Iha dan cinta Tanah Air melalui program Patriot Cilik. Modul pendidikan karakter dikembangkan oleh TEP UNPAD.

Detik 2 menit baca 0 komentar
TEP UNPAD Susun Modul Bahasa Iha Bersama Dewan Adat Bomberay Papua Barat
Foto: Detik

Jakarta -

Siswa sekolah dasar di lima sekolah di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, belajar bahasa Iha dan mengenal praktik cinta Tanah Air melalui program Patriot Cilik.

Untuk mendukung pembelajaran di kelas, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP UNPAD) menyusun modul bahasa Iha bersama Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak.

Dalam pembelajaran interaktif, tim mengajak siswa mengenali contoh cinta Tanah Air dalam keseharian mereka, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati teman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Kepala SD Inpres 3 Bomberay Sukiman mengapresiasi cara tim mengaitkan pendidikan karakter dengan kebiasaan sehari-hari siswa.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena memberikan pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan," ujar Sukiman, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2026).

Melalui modul tersebut, TEP UNPAD dan Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak memperkenalkan bahasa Iha kepada anak-anak di kawasan transmigrasi.

Ketua I Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak berharap pengenalan di sekolah mendorong anak-anak untuk menggunakan bahasa Iha dalam keseharian.

"Kami berharap bahasa daerah ini dapat semakin dikenal, dipelajari, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Bahasa Iha merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Mbaham Matta Fakfak yang perlu kita jaga bersama," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Transmigrasi RI (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan TEP dibentuk untuk membawa keahlian perguruan tinggi langsung ke kawasan transmigrasi.

"Melalui Tim Ekspedisi Patriot, kami ingin SDM-SDM unggul hadir di garis depan pembangunan Indonesia, sehingga kawasan-kawasan transmigrasi tersebut dapat berkembang lebih baik lagi," pungkasnya.

(prf/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.