Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Tetap Kritis Meski Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Tidak Akan Khianati Mahasiswa

Rocky Gerung mengaku akan tetap bersikap kritis meski kini mendapat jabatan pemerintahan. Dia menyatakan tidak akan mengkhianati mahasiswa.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Tetap Kritis Meski Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Tidak Akan Khianati Mahasiswa
Foto: Jawa Pos

Pengamat politik Rocky Gerung.

JawaPos.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung mengaku akan tetap bersikap kritis meski kini mendapat jabatan pemerintahan. Dia menyatakan tidak akan mengkhianati mahasiswa.   Rocky mengatakan, masuk ke dalam pemerintah bukan berarti membuatnya harus menghilangkan sikap kritis. Kebebasan intelektual tetap dia bawa dalam menyikapi arah kebijakan pemerintah.   Meski begitu, mantan dosen Universitas Indonesia (UI) ini menyadari banyak pihak yang kecewa saat mengatahui dirinya masuk ke pemerintah. Namun, dia memastikan kondisi ini tidak membuatnya menghentikan kritik terhadap pemerintah.   “Kritis atau tidak kritis bukan soal sejauh apa. Kritik itu bukan ordinal, tetapi nominal. Artinya, bukan kritik 10 persen atau 20 persen karena ada kompromi di dalam kabinet. Kritik itu ya kritik atau tidak kritik,” kata Rocky, Selasa (10/9).   Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Kopdes Merah Putih, Program Unggulan yang Diterpa Banyak Masalah   Dia menekankan, sampai saat ini masih membawa cara berpikir dari yang dibangun di lingkungan kampus. Kini dia membawa gagasannya dari dalam pemerintahan.   “Saya tidak mewakili suara mahasiswa, tetapi saya ingin mahasiswa mengerti bahwa saya tidak akan mengkhianati mereka. Saya datang dari komunitas kampus,” tegasnya.    Lebih lanjut, Rocky mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkannya di Wantimpres sebagai representasi komunitas pemikir akademik. Bukan perwakilan organisasi politik, kelompok keagamaan, ataupun kalangan purnawirawan.    "Filsuf akademisi itu konstan, tidak akan berubah,” ucapnya.    Rocky lantas mengibaratkan kritik sebagai peralatan yang dibawa dari luar untuk membongkar bangunan kekuasaan dari dalam. Sebab, menurutnya, perangkat yang berasal dari sistem itu sendiri belum tentu memadai untuk mengoreksi fondasi yang bermasalah.   “Peralatan raja tidak mungkin dipakai untuk membongkar istana raja. Maka, harus menggunakan peralatan dari luar. Itulah kritik radikal,” imbuhnya.   Seperti analogi dalam kedokteran, sel rusak semestinya menghentikan dirinya agar tidak merusak sel-sel sehat atau apoptosis. "Namun ada sel yang nggak mau bunuh diri karena tidak tahu diri. Dia lakukan metastasi, dia rusak sel yang bagus. Koruptor juga begitu sekarang," pungkasnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.