JAKARTA, iNews.id - Kondisi pasar yang melemah atau berfluktuasi memang dapat membuat investor merasa cemas, terutama investor pemula. Namun, kondisi tersebut bukan berarti investor harus menghentikan investasi.
Salah satu hal penting dalam menghadapi pasar yang sedang turun adalah memahami bahwa investasi memiliki risiko dan nilai investasi tidak selalu meningkat.
Dalam investasi reksa dana, Nilai Aktiva Bersih (NAB) dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar dan aset yang menjadi portofolio reksa dana. Lantas, bagaimana strategi yang dapat diterapkan investor ketika pasar sedang mengalami penurunan?