Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Titiek Pastikan Stok Beras Maluku Cukup, Minta Bulog Cegah Kenaikan Harga

Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, memastikan stok beras di Maluku aman dan berkualitas. Dia minta Bulog sigap menjaga harga beras agar tetap terjangkau.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Titiek Pastikan Stok Beras Maluku Cukup, Minta Bulog Cegah Kenaikan Harga
Foto: Detik

Jakarta -

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, memastikan stok beras di Maluku dalam kondisi aman. Meski begitu, dia mengingatkan Perum Bulog agar sigap jika harga beras di pasaran mulai naik.

Hal itu disampaikan Titiek usai meninjau gudang Bulog di Ambon, Maluku, Senin (12/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia mengecek ketersediaan stok sekaligus kualitas beras yang disimpan.

"Kami meninjau gudang Bulog yang ada di (Ambon) sini untuk melihat sendiri stoknya apakah cukup untuk provinsi ini, kemudian kualitas berasnya apakah bagus atau tidak. Ternyata setelah kami cek, stoknya cukup banyak dan kualitasnya bagus," kata Titiek dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Dia mengatakan kualitas beras yang disimpan di gudang perlu terus dijaga. Hal itu, agar layak dikonsumsi masyarakat saat disalurkan.

Politikus Gerindra ini menyebut Komisi IV DPR RI telah meminta agar beras yang disimpan di gudang Bulog tak berusia lebih dari enam bulan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Ambon, dia mengatakan tidak menemukan beras yang disimpan melebihi batas tersebut.

"Kita minta bahwa beras di gudang Bulog tidak ada yang umurnya di atas enam bulan. Tadi kami cek ternyata tidak ada yang di atas enam bulan, dan walaupun ukuran berasnya kecil-kecil, tetapi kualitasnya bagus. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di sini," jelas Titiek.

Selain memastikan stok beras di Maluku, Titiek mengapresiasi capaian pengadaan beras Bulog yang telah melampaui target pemerintah sebesar empat juta ton setara beras.

Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Bulog tercatat mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88% dari target penugasan pemerintah. Capaian tersebut diraih sebelum akhir tahun.

"Selamat, tadi kita syukuran karena Bulog sudah bisa mencapai target stok empat juta ton setara beras. Selamat untuk Bulog atas prestasinya, mudah-mudahan ini bisa dipertahankan, ditingkatkan lagi, dan senantiasa bisa menjaga stok beras di negeri ini," urainya.

Menurutnya, capaian itu menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Meski begitu, kata dia, besarnya stok harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras.

Dia mengingatkan Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan. Sebab itu, pemantauan harga di pasar perlu dilakukan secara aktif agar langkah intervensi bisa segera diambil ketika terjadi kenaikan.

Titiek mengaku tidak ingin masyarakat terbebani harga beras yang tinggi ketika cadangan pemerintah sebenarnya mencukupi.

"Agar harga beras tidak melambung dan tidak menyusahkan masyarakat, Bulog harus cepat-cepat masuk untuk menetralisir supaya harga beras bisa terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat," tegas Titiek.

Dia menilai keberhasilan menjaga ketahanan pangan tak hanya diukur dari seberapa banyak beras yang tersimpan di gudang. Titiek mengatakan keterjangkauan harga bagi masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu dijaga.

Sebab itu, keberadaan cadangan beras pemerintah harus bisa dipakai secara efektif untuk merespons dinamika pasar dan memastikan masyarakat. Terutama kelompok dengan daya beli terbatas, tetap memperoleh beras dengan harga yang wajar.

(amw/gbr)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.