Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Titik Api Masih Ditemukan meski Diguyur Hujan, Karhutla Jambi Sulit Dipadamkan

Karhutla di Jambi hampir mencapai 5.000 hektare, sementara petugas masih berjibaku memadamkan api di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.

iNews 2 menit baca 0 komentar
Titik Api Masih Ditemukan meski Diguyur Hujan, Karhutla Jambi Sulit Dipadamkan
Foto: iNews

JAMBI, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam, Kabupaten Muaro Jambi, serta Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Senin (26/10/2026). Meski sempat diguyur hujan ringan, petugas gabungan masih menemukan titik api dan asap di sejumlah lokasi.

Dokumentasi udara tim Manggala Agni menggunakan drone memperlihatkan kondisi kebakaran di Tahura Orang Kayo Hitam, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Api masih ditemukan meski kawasan tersebut sempat diguyur hujan.

Tim Satgas Karhutla Manggala Agni Jambi terus berupaya memadamkan api dengan berjalan kaki melewati area perkebunan kelapa sawit untuk menjangkau kepala api. Langkah ini dilakukan guna mencegah api meluas dan memicu kebakaran susulan.

Namun, proses pemadaman terkendala minimnya sumber air di dekat lokasi kebakaran. Petugas terpaksa menggunakan selang panjang agar dapat menjangkau titik api. Medan yang sulit juga menjadi hambatan, bahkan sejumlah petugas sempat menghadapi kondisi tanah berlubang saat mendekati lokasi kebakaran.

Selain di Muaro Jambi, kebakaran juga masih terjadi di Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tim Manggala Agni bersama petugas gabungan terus berupaya memadamkan kepala api untuk mencegah penyebaran kebakaran.

Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terbakar di Jambi telah mencapai hampir 5.000 hektare. Pemadaman masih berlangsung dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI-Polri, dan Masyarakat Peduli Api.

Editor: Kurnia Illahi

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.