WNI di Jepang diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul datangnya Topan Champi (Typhoon No.30).
Imbauan ini dikeluarkan KBRI Tokyo menyusul prediksi Badan Meteorologi Jepang (JMA) bahwa Champi akan memasuki wilayah Kyushu pada awal pekan depan.
"Seluruh WNI di wilayah tersebut, maupun Jepang pada umumnya, agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu memonitor perkembangan cuaca, serta memperhatikan imbauan yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang di Jepang,” imbau KBRI Tokyo, Kamis (22/10).
Berikut imbauan KBRI Tokyo selengkapnya:
1. Japan Meteorological Agency (JMA) telah mengeluarkan peringatan berkala terkait datangnya Typhoon Champi yang juga disebut sebagai Typhoon No.30.
2. JMA mengklasifikasikan Typhoon Champi sebagai violent typhoon dan diperkirakan akan memasuki wilayah Kyushu pada hari Senin, 26 Oktober 2026.
3. Seluruh WNI di wilayah tersebut, maupun Jepang pada umumnya, agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu memonitor perkembangan cuaca, serta memperhatikan imbauan yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang di Jepang.
4. WNI yang akan melakukan perjalanan dan memakai transportasi publik agar selalu memperhatikan informasi yang diberikan oleh penyedia jasa transportasi yang akan dipakai.
5. Bagi WNI yang terdampak atau mengetahui adanya WNI yang membutuhkan bantuan kedaruratan, agar segera menghubungi hotline KBRI Tokyo di 📞 +81-80-3506-8612 dan 📞 +81-80-4940-7419.
Pantauan Hari Ini
Berdasarkan citra satelit terkini, pusat Topan Champi—yang di Filipina dinamai Rosal—saat ini berada di perairan Laut Filipina.
Badai ini bergerak melengkung ke arah utara/barat laut menuju perairan Kepulauan Sakishima dan Okinawa, sebelum nantinya mengarah ke daratan Jepang.
Sekilas Topan Champi
Topan Champi adalah badai siklon tropis yang melanda kawasan Samudra Pasifik Barat. Nama "Champi" disumbangkan oleh Laos, diambil dari nama bunga kamboja/frangipani.
Sementara otoritas Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) secara resmi menamainya Typhoon No. 30 karena merupakan badai ke-30 yang diberi nama pada musim pasifik tahun tersebut.
JMA mengategorikannya sebagai violent typhoon (kategori badai tropis tertinggi di Jepang) dengan tekanan udara pusat mencapai ~900–911 hPa serta embusan angin (gusts) maksimum di atas 290–300 km/jam saat berada di lautan.
Badai bergerak dari Laut Filipina menuju ke utara/barat laut, mendekati Kepulauan Sakishima dan Okinawa sebelum berbelok mengarah ke Jepang bagian barat/wilayah Kyushu.
Topan ini membawa ancaman gelombang laut ekstrem, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang memicu gangguan massal pada penerbangan serta jaringan transportasi publik (seperti Shinkansen).
Penerbangan Dibatalkan
Mengutip Japan Times, sejumlah pembatalan penerbangan telah terjadi akibat Topan Champi.
Japan Airlines dan All Nippon Airways mengumumkan pada hari Rabu (21/10) bahwa beberapa penerbangan yang dijadwalkan dari dan menuju bandara-bandara di Jepang bagian selatan tidak akan beroperasi selama beberapa hari ke depan.
Berbagai acara di Prefektur Okinawa juga telah dibatalkan seiring mendekatnya topan tersebut. Festival Industri Okinawa ke-50, yang sedianya berlangsung dari Jumat hingga Minggu dan diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu pengunjung, telah resmi dibatalkan.