JawaPos.com - Perguruan tinggi dituntut menyiapkan lulusan dan SDM yang mampu mengubah kemampuan digital menjadi solusi nyata di dunia industri.
Transformasi digital di dunia industri tak lagi sekadar urusan penggunaan teknologi. Pemanfaatan data, otomasi, hingga kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan efisiensi operasional perusahaan.
Hal tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertema Creativity and Leadership di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Rabu (1/10).
Lebih dari 350 mahasiswa lintas fakultas mengikuti kegiatan yang menghadirkan Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto dan VP of HR & GS Trans7 Antonius Refijanto sebagai narasumber.
Fransiskus Johny Soegiarto yang juga alumnus Teknik Mesin UB menuturkan, perubahan teknologi membuat dunia industri harus terus beradaptasi.
Dalam satu dekade terakhir, transformasi di sektor manufaktur antara lain dilakukan melalui pembangunan sistem terintegrasi, pemanfaatan data dan advanced analytics, otomasi, hingga AI.
”Beberapa tahun terakhir, kami membangun sistem terintegrasi dan memanfaatkan data, otomasi, serta kecerdasan buatan (AI) agar keputusan dapat diambil lebih cepat dan operasional lebih tangguh,” ujar Fransiskus Johny Soegiarto.
Menurut dia, teknologi bukan sekadar alat untuk mengejar efisiensi tapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, ketangkasan perusahaan menghadapi perubahan, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis.
Pesan itu juga diarahkan kepada mahasiswa. Menurut Fransiskus, generasi muda memiliki keuntungan karena tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.