Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Transformasi MBG 2.0, Sudaryono Pastikan BGN Tak Anti Kritik

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan pihaknya tak anti kritik. Ia berkomitmen untuk perbaikan MBG ke depannya.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Transformasi MBG 2.0, Sudaryono Pastikan BGN Tak Anti Kritik
Foto: Detik

Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya tak anti kritik terhadap semua aspirasi yang datang dari masyarakat. BGN mengatakan di pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sejumlah aturan yang sebelumnya melenceng mengalami perubahan.

"Maka kami harus melakukan treatment yang berbeda, cara yang berbeda, metode yang berbeda dan juga hal-hal yang memang harus secara drastis kami lakukan," kata Sudaryono di acara 'Transformasi MBG 2.0' di Usmar Ismail Hall, Jalan Rasuna Said, Setia Budi, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

Sudaryono mengatakan ketegasan yang dilakukan BGN saat ini semata untuk perubahan. Ia ingin APBN yang dialokasikan ke program MBG tersalurkan dengan baik.

"Bukan kami mau sok-sok tegas, bukan, tapi bahwa ketegasan ini menjadi sebuah kebutuhan. Bukan kami ini sok-sok galak, tapi bahwa galak dan ketegasan ini sesuatu yang benar-benar dibutuhkan di momen saat ini," ungkapnya.

Sudaryono mengatakan setiap aspirasi ke BGN akan diterima dengan baik. Ia mengatakan BGN tak anti kritik.

"Apa pun ya dalam negara demokrasi ini orang boleh mengutarakan pendapatnya, orang boleh menuntut, orang boleh kemudian mengekspresikan harapan dan juga ini kami tidak anti kritik. Kami ndak ada masalah. Tapi, yang kami sampaikan kepada orang-orang yang kemudian datang, kemudian kami temui pada saat demo, itu kami sampaikan izinkan saya kasih saya waktu, nomor satu. Yang kedua, izinkan saya kerja dengan benar," ucapnya.

Ia berharap setiap masukan disampaikan dengan penuh tanggung jawab. Sudaryno berkomitmen untuk membenahi pelaksanaan MBG secara bertahap.

"Manakala Bapak, Ibu semua itu kemudian haknya adalah hak yang memang benar harus dipenuhi. Maka saya pastikan hak Bapak, Ibu tidak akan berkurang sedikit pun. Tapi manakala hak itu adalah bagian dari hengki pengki yang ini, mohon maaf, kita tidak bisa teruskan," imbuhnya.

(dwr/gbr)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.