Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Trump Bilang Akan 'Urus' Kuba Begitu Perang Iran Selesai

Trump membangkitkan ancaman intervensi militer terhadap Kuba, dengan mengisyaratkan kapal perang AS yang kembali dari perang Iran dapat singgah di pulau itu.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Trump Bilang Akan 'Urus' Kuba Begitu Perang Iran Selesai
Foto: Detik

Florida -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan "mengurusi" Kuba setelah menuntaskan perang melawan Iran. Trump membangkitkan potensi intervensi militer terhadap Kuba, dengan mengisyaratkan kapal-kapal perang AS yang kembali dari perang Iran dapat singgah di lepas pantai pulau tersebut.

"Kita akan mengurusi Kuba dalam perjalanan pulang dari Iran. Kita akan singgah sebentar di sana," cetus Trump saat berbicara dalam kampanye pemilu sela untuk Partai Republik di Florida, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (24/10/2026).

Trump dalam pernyataannya bahkan memaparkan skenario di mana kapal-kapal perang AS akan melewati Kuba, dan salah satu kapal akan berhenti di dekat pesisir pulau tersebut, sembari menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio akan diutus untuk merampungkan sebuah kesepakatan.

"Sebenarnya, yang akan kita lakukan terhadap Kuba adalah saat kita kembali dari Iran, kapal-kapal yang indah itu akan melewati Kuba. Salah satu kapal akan berhenti sekitar 50 yard (45 meter) dari pesisir. Mereka akan mengangkat tangan, kemudian kita akan mengutus Marco Rubio untuk menuntaskan kesepakatannya," ucap Presiden AS itu.

Rubio, dalam pernyataan terpisah, membujuk masyarakat di Kuba yang menginginkan perubahan politik untuk bekerja sama dengan Badan Intelijen Pusat AS atau CIA "secara rahasia".

"Bagi mereka yang berupaya menciptakan perubahan positif di Kuba -- sekaranglah saatnya," cetus Rubio dalam pernyataan via media sosial X.

"Di tengah kekecewaan akibat janji-janji yang tidak ditepati, korupsi, dan kehidupan penuh hak istimewa yang hanya dinikmati segelintir orang; manfaatkan kesempatan ini untuk mewujudkan perubahan yang Anda inginkan melalui kemitraan rahasia dengan CIA," tulis Menlu AS itu dalam pernyataannya.

Selama berbulan-bulan, Trump dan para pejabat tinggi AS lainnya secara terbuka melontarkan isyarat mengenai intervensi militer atau pengambilalihan Kuba, sembari meningkatkan tekanan ekonomi, politik, dan hukum terhadap negara tersebut.

Trump, seperti dilansir First Post, pernah mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih bahwa presiden-presiden AS sebelumnya telah mempertimbangkan untuk melakukan intervensi di Kuba selama beberapa dekade. Dia kemudian menambahkan bahwa: "Sepertinya sayalah yang akan melakukannya."

Sementara Rubio berulang kali menyebut Kuba sebagai ancaman bagi keamanan nasional, karena hubungan negara itu dengan negara-negara yang memusuhi AS.

Ketegangan antara AS dan Kuba semakin meningkat ketika jaksa penuntut Florida di AS, pekan ini, mengumumkan surat perintah penangkapan untuk mantan Presiden Kuba Raul Castro atas dakwaan pembunuhan di tingkat negara bagian.

Castro yang kini berusia 95 tahun, diburu oleh AS atas tuduhan pembunuhan yang berkaitan dengan penembakan dua pesawat sipil milik "Brothers to the Rescue" -- organisasi yang membantu warga Kuba melarikan diri ke negara bagian Florida -- pada tahun 1996 silam.

(nvc/idh)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.