Washington DC -
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya meluapkan kekesalannya atas kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu sela 3 November. Luapan emosi Trump tampaknya tak terbendung lagi setelah dia sempat memberikan respons awal yang tenang, yang tergolong tidak biasa.
Trump awalnya menerima hasil pemilu sela tersebut dan mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat yang meraih kemenangan telak atas Partai Republik, dengan kendali penuh DPR dan Senat AS jatuh ke tangan partai tersebut.
Presiden AS itu bahkan sempat melontarkan pujian langka dengan menyebut Partai Demokrat telah melakukan "pekerjaan yang baik".
Namun dua hari setelah pemilu sela digelar, seperti dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), Trump melontarkan pernyataan keras yang menjadi ciri khasnya, dengan menyebut pemilu tersebut diwarnai kecurangan.
"Pemilu kita sangat curang, Anda tidak akan bisa membayangkannya," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis (5/11) waktu setempat.
Kekesalan Trump tampaknya memuncak setelah laju kemenangan Partai Demokrat semakin tak terbendung, menyusul potensi kekalahan tak terduga Partai Republik di negara bagian Mississippi, salah satu basis paling solid bagi Partai Republik.
Kandidat Partai Demokrat, Scott Colom, yang seorang kulit hitam berada di ambang kemenangan tak terduga untuk merebut kursi Senator Mississippi dari Partai Republik.
Sementara itu, pemilihan Senat di Alaska, yang hasilnya belum diputuskan, menunjukkan kandidat petahana dari Partai Republik tertinggi dalam perolehan suara.
Berdasarkan hasil pemilu sela 3 November, Partai Demokrat dipastikan menguasai setidaknya 54 kursi Senat AS, sedangkan Partai Republik hanya memegang 44 kursi. Di DPR, jumlah kursi yang dikuasai Partai Demokrat melonjak hingga lebih dari 250 kursi, dari total 435 kursi -- perolehan terbesar selama dua dekade terakhir.
Trump Salahkan Kemenangan Demokrat Picu Anjloknya Bursa Saham AS
Trump yang merasa kesal dengan kekalahan partainya, bahkan mengaitkan anjloknya bursa saham AS pada Kamis (5/11) dengan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela.
"Pasar saham anjlok hari ini karena Dumocrat menang besar pada Selasa (3/11) -- Sungguh menyedihkan, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri!" kata Trump, menggunakan sebutan menghina untuk Partai Demokrat, dalam postingan akun Truth Social miliknya, setelah penutupan bursa saham AS pada hari itu.
Para analis menilai aksi jual saham pada Kamis (5/11) dipicu oleh kekhawatiran bahwa Partai Demokrat akan menghambat lonjakan investasi di pusat data kecerdasan buatan (AI). Indeks Nasdaq, yang berfokus pada sektor teknologi, mencatatkan penurunan persentasi harian terburuknya sejak April 2025.
Pusat data atau data center memang ditentang luas oleh para pemilih AS, terlepas dari afiliasi politik mereka. Banyak kandidat yang menang dalam pemilu sela AS telah berjanji untuk mengerem proyek-proyek semacam itu.
"Pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah akibat hasil pemilu. Sungguh menyedihkan untuk disaksikan!" kecam Trump dalam postingan Truth Social lainnya.
Rentetan Omelan Trump di Media Sosial
Kekesalan Trump juga diluapkan via media sosial Truth Social yang dimilikinya. Pada salah satu postingan dia menyebut jika namanya masuk dalam surat suara dalam pemilu, maka kemenangan telak akan didapatkan.
"SAYA TIDAK MASUK DALAM SURAT SUARA. SEANDAINYA SAYA MASUK, KITA PASTI MENANG TELAK!" tulisnya.
Pemilu sela tahun ini hanya memilih 435 anggota DPR dan 35 Senator, dari total 100 Senator, juga para Gubernur dan pemimpin daerah lainnya di AS.
Dalam omelan onlinenya, Trump turut menyeret Fox News, media terkemuka AS yang dikenal sangat pro-Trump dan Partai Republik. Dia menyalahkan Fox News karena mengundang mantan Wali Kota New York, Bill de Blasio, yang disebutnya sebagai "wali kota terburuk dalam sejarah", dalam salah satu program mereka.
"Fox News memikul tanggung jawab atas kekalahan ini karena terus-menerus menampilkan kubu oposisi dari Dumocrat, dan bahkan lebih buruk lagi," cetusnya.
(nvc/dhn)