Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Trump Pelajari Opsi Serangan Baru ke Iran, 10 Pesawat Militer AS Tiba di Israel

Trump telah mendapatkan briefing mengenai opsi-opsi militer terhadap Iran, di tengah pertimbangan AS untuk melancarkan serangan baru berskala besar.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Trump Pelajari Opsi Serangan Baru ke Iran, 10 Pesawat Militer AS Tiba di Israel
Foto: Detik

Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendapatkan briefing mengenai opsi-opsi militer terhadap Iran, di tengah pertimbangan Washington untuk melancarkan serangan baru berskala besar. Pada saat bersamaan, setidaknya 10 pesawat militer AS telah mendarat di pangkalan udara Israel pekan ini.

Laporan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (30/10/2026), menyebutkan bahwa Laksamana Brad Cooper selaku Kepala Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, telah menjelaskan kepada Trump mengenai opsi-opsi militer baru terhadap Iran dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada Kamis (29/10) waktu setempat.

Laporan WSJ itu mengutip keterangan sejumlah pejabat Washington dan orang-orang yang mengetahui jalannya pertemuan terbaru di Gedung Putih tersebut.

Pertemuan di Gedung Putih itu juga melibatkan Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth dan Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine, serta sejumlah anggota kabinet lainnya.

Pertemuan tersebut, menurut laporan WSJ, menyusul diskusi di Gedung Putih pada Rabu (28/10) waktu setempat, yang berlangsung antara para pejabat militer AS tersebut dengan Wakil Presiden AS JD Vance.

Diskusi-diskusi di Gedung Putih ini berlangsung saat pemerintahan Trump mempertimbangkan kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran, menyusul serangkaian pengeboman pada awal tahun ini.

Laporan WSJ juga menyebutkan bahwa beberapa pekan terakhir, AS telah menambah sistem pertahanan udara, amunisi, dan berbagai pasokan lainnya di kawasan Timur Tengah. Tidak hanya itu, menurut WSJ, militer AS juga memindahkan sejumlah pasukan menjauh dari pangkalan-pangkalan yang dianggap rentan terhadap potensi pembalasan dari Iran.

Baik juru bicara Pentagon maupun juru bicara CENTCOM menolak untuk mengomentari laporan media tersebut.

Sebelumnya, WSJ melaporkan bahwa AS telah meminta sejumlah negara Teluk Arab untuk bersiap menghadapi kemungkinan "operasi militer singkat namun intens" terhadap Iran, yang diperkirakan akan dilancarkan setelah pemilu sela pada 3 November mendatang.

Namun, menurut WSJ, Trump belum mengambil keputusan akhir.

Sementara itu, militer Iran melontarkan peringatan bahwa mereka akan melancarkan pembalasan yang lebih luas terhadap setiap serangan baru. Teheran bahkan mengancam akan menyerang infrastruktur terkait AS, termasuk pusat data dan target-target lain terkait AI, yang ada di kawasan Timur Tengah.

10 Pesawat Militer AS Mendarat di Pangkalan Udara Israel

Laporan terpisah media Israel, KAN, pada Kamis (29/10) waktu setempat menyebutkan bahwa AS telah memindahkan 10 pesawat kargo militer ke pangkalan udara Israel di wilayah Negev bagian selatan, di tengah persiapan untuk potensi serangan baru terhadap Iran.

Pesawat-pesawat militer AS itu, menurut laporan KAN, telah mendarat di pangkalan udara Ovda dan Nevatim. Sejumlah pesawat militer AS lainnya dilaporkan telah dikerahkan ke pangkalan-pangkalan di Yordnaia, Arab Saudi, dan Qatar.

Disebutkan bahwa pesawat-pesawat militer itu berangkat dari Fort Bliss di negara bagian Texas, AS, yang merupakan lokasi salah satu pusat pertahanan udara terbesar milik militer AS, yang mencakup fasilitas-fasilitas terkait rudal pencegat dan baterai pertahanan udara.

Belum ada konfirmasi langsung dari militer AS mengenai pengerahan semacam itu. Masih belum diketahui secara jelas soal muatan yang dibawa oleh pesawat-pesawat kargo militer AS tersebut, atau apakah Washington telah memutuskan untuk kembali menyerang Iran.

Seorang pejabat Israel, yang tidak disebut namanya, mengatakan kepada KAN bahwa Tel Aviv dan Washington melakukan koordinasi erat terkait persiapan militer kedua negara.

"Israel dan Amerika Serikat berkoordinasi dengan sangat erat, dan meskipun belum ada keputusan yang diambil mengenai masalah ini, pihak Amerika maupun Israel tengah bersiap menghadapi keputusan apa pun yang mungkin diambil oleh Presiden Donald Trump," kata pejabat tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

(nvc/idh)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.