Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Unair Gandeng Profesor AS Kembangkan Tes Darah untuk Deteksi Tingkat Keparahan Cedera Otak

FK Unair tingkatkan kolaborasi internasional dengan Prof Kevin Wang untuk inovasi dalam penanganan cedera otak traumatis.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Unair Gandeng Profesor AS Kembangkan Tes Darah untuk Deteksi Tingkat Keparahan Cedera Otak
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) memperkuat kolaborasi internasional di bidang penelitian dan pengembangan ilmu bedah saraf dengan menghadirkan Prof Kevin K. W. Wang, Ph.D., sebagai adjunct professor. 

Profesor dari Center for Neurotrauma Multiomics and Biomarkers (CNMB), Morehouse School of Medicine (MSM), Atlanta, Georgia, USA itu memiliki fokus penelitian pada pengembangan biomarker untuk membantu penanganan pasien cedera otak traumatis atau traumatic brain injury (TBI).

Dekan FK Unair Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp., mengatakan, kehadiran Prof Kevin diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu bedah saraf.

Menurut dia, kolaborasi internasional menjadi bagian penting bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas kontribusi penelitian di tingkat global.

“Kami bersyukur sekali karena beliau berkenan untuk menjadi adjunct professor kami. Saat ini, kolaborasi internasional menjadi sesuatu yang penting bagi institusi pendidikan,” ujarnya ditemui, Rabu (21/10/2026). 

Prof Eighty menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong sivitas akademika FK Unair agar tidak hanya berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat lokal dan nasional. 

Namun, juga mampu mengikuti kemajuan pendidikan, keterampilan klinis, penelitian, hingga pengembangan masyarakat di tingkat internasional.

Dia menilai bidang bedah saraf memiliki perkembangan yang sangat pesat, baik dari sisi teknologi maupun ilmu dasar atau basic science. Karena itu, pengetahuan yang dibawa Prof Kevin dinilai berpotensi mendukung pengembangan ilmu bedah saraf di Indonesia.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah neurotrauma, yakni cedera pada sistem saraf akibat benturan atau trauma.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.