JawaPos.com - Ilmuwan kimia organik Jepang Kenso Soai dan peneliti Prancis Henri Kagan meraih Nobel Kimia tahun ini atas penelitian yang memecahkan misteri kimia tentang bagaimana molekul berbentuk cermin dapat terbentuk secara spontan.
Dilansir dari Kyodo, Kamis (8/10), Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia mengumumkan Soai, 76, dan Kagan, 95, sebagai penerima Nobel Kimia. Soai merupakan profesor emeritus di Tokyo University of Science, sedangkan Kagan adalah profesor emeritus di Universite Paris-Sud, Prancis.
"Henri Kagan dan Kenso Soai telah memberikan solusi atas misteri kimia yang telah berusia lebih dari satu abad, yakni bagaimana homokiralitas dapat muncul secara spontan. Reaksi kimia yang mereka kembangkan sangat luar biasa," kata Heiner Linke, Ketua Komite Nobel Kimia.
Beberapa molekul memiliki dua bentuk yang merupakan bayangan cermin satu sama lain. Namun, organisme hidup umumnya hanya menggunakan salah satu bentuk tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai homokiralitas.
Soai dan Kagan membantu menemukan bagaimana reaksi kimia yang menghasilkan homokiralitas dapat dipicu.
Akademi tersebut menyebut penemuan tentang "efek nonlinier dan autokatalisis dalam sintesis organik asimetris" menjadi terobosan penting bagi para ahli kimia dalam merancang reaksi untuk memproduksi obat-obatan.
Penghargaan tersebut menjadi Nobel Kimia kedua berturut-turut yang diraih warga Jepang. Tahun lalu, profesor Universitas Kyoto Susumu Kitagawa berbagi Nobel Kimia 2025 bersama dua ilmuwan lainnya atas pengembangan material berpori yang dapat menyimpan dan melepaskan gas.
"Saya sangat senang bisa berbagi penghargaan ini dengan Profesor Henri Kagan," kata Soai melalui telepon dalam konferensi pers setelah pengumuman.
Soai, yang berasal dari Hiroshima, mengatakan dirinya sedang berbelanja ketika mendapat telepon dari Komite Nobel. Dia mengaku senang karena bidang penelitian mereka akhirnya mendapat pengakuan.