Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Update Karhutla Papua: 2.393 Hektare Terbakar, Masih Ada 73 Hotspot

BNPB melaporkan 73 hotspot dan 2 firespot kebakaran hutan di Papua. Sekitar 2.393 hektare lahan terbakar, alami kendala dalam pemadaman.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Update Karhutla Papua: 2.393 Hektare Terbakar, Masih Ada 73 Hotspot
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya 73 titik panas (hotspot) dan 2 titik api (firespot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua.

"Dalam 12 jam terakhir, kami juga mendapatkan laporan adanya 73 titik api [hotspot], baik itu di bagian selatan maupun bagian tengah. Api masih terjadi di dua wilayah seperti Kota Sorong maupun Merauke," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran langsung BNPB, Rabu (28/10).

Berton menyatakan, berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sekitar 2.393 hektare lahan telah terbakar di wilayah Papua. Angka ini terdiri dari karhutla di Provinsi Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

"Untuk provinsi Papua Barat Daya ada 2.131 hektare yang lahan terbakar saat ini. Di Papua Tengah ada 100 hektare. Sedangkan di Papua Selatan ada 161 hektare," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang ditampilkan di siaran langsung BNPB, estimasi karhutla yang belum padam sebesar 14 hektare di Papua Barat Daya, per Sabtu (24/10). Sedangkan, 71 hektare karhutla di Papua Tengah dan 592 hektare di Papua Selatan juga dilaporkan belum padam.

Hujan dilaporkan sudah sempat turun di ketiga wilayah ini. Namun, Berton menyampaikan adanya sejumlah kendala dalam proses pemadaman.

"Mendapatkan kendala yang sulit juga untuk dijangkau sehingga pemadaman di sana juga relatif mengalami kesulitan karena memang wilayah ada yang terlalu jauh untuk kita jangkau," jelas Berton.

Karhutla di wilayah Papua juga terjadi di salah satu TPA, yakni TPA Makbon. Pemadaman karhutla di titik ini juga mengalami kendala akibat kebutuhan sumber daya yang lebih banyak.

(mou/dal)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.