TEL AVIV, iNews.id - Utang nasional Israel membengkak hingga sekitar 1,4 triliun shekel atau setara Rp8.094 triliun. Lonjakan beban keuangan akibat perang berkepanjangan itu memicu peringatan dari mantan jenderal militer Israel, Itzhak Brik, yang menilai negaranya menghadapi ancaman keruntuhan ekonomi.
Brik memperingatkan kondisi keuangan Israel semakin tertekan akibat besarnya pengeluaran militer, potensi sanksi internasional, pembatasan pasokan senjata, hingga risiko isolasi dari sistem keuangan global.
Dalam artikel opini yang diterbitkan surat kabar Maariv, Brik menghubungkan membengkaknya utang negara dengan dampak perang yang terus berlangsung. Dia memperingatkan beban tersebut akan semakin berat jika konflik dan tekanan internasional tidak segera mereda.