Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Viral Isu Anak Panti Asuhan Tak Dapat MBG karena Tak Punya Suara di Pemilu, BGN Ungkap Faktanya

Anak panti asuhan tidak dapat manfaat MBG, BGN menegaskan mekanisme penyaluran melalui sekolah dan posyandu.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Viral Isu Anak Panti Asuhan Tak Dapat MBG karena Tak Punya Suara di Pemilu, BGN Ungkap Faktanya
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com -  Beredar luas di media sosial (medsos) terkait informasi anak-anak panti asuhan disebut tidak menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penjelasan tersebut disampaikan akun Instagram @syamsulaco melalui unggahan di videonha.

Dalam unggahan tersebut, @syamsulaco menyebut bahwa anak-anak panti asuhan tidak menerima manfaat MBG lantaran tidak memiliki orang tua yang memiliki hak suara saat pemilu nanti.

"Kenapa panti asuhan tidak dapat MBG? Soalnya mereka nga punya orang tua Jadi nga ada suara yang bisa diambil Saat pemilu nanti," tulis @syamsulaco.

Postingan itu menuai reaksi ribuan komentar dan postingan ulang. Sejumlah netizen pun mengaku terkejut dan meminta pemerintah untuk mementingkan para anak yatim piatu.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono turut memberikan tanggapan di kolom komentar. Menurutnya, para anak panti yang tinggal dan bersekolah, mereka mendapatkan paket MBG di sekolahnya masing-masong.

“Diberikan MBG ditempat mereka bersekolah bang. Ada mekanisme & regulasinya. Mohon dukungan selalu,” tulis Sudaryono dalam kolom komentar tersebut.

Pernyataan itu menjelaskan bahwa penyaluran MBG bagi anak-anak panti asuhan yang bersekolah dilakukan melalui sekolah tempat mereka menempuh pendidikan, dengan mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku. Sementara itu, penyaluran MBG bagi balita dilakukan melalui posyandu sebagai salah satu saluran distribusi program.

“Untuk balita juga disalurkan melalui channel-channel MBG yaitu posyandu, yang juga merupakan salah satu saluran distribusi program,” tambah Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar 

Penjelasan tersebut menjadi respons atas polemik yang berkembang di ruang publik mengenai akses anak-anak panti asuhan terhadap program pemenuhan gizi pemerintah.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.