Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Viral Ribut Warga di Depok Dipicu Bakar Sampah, Polisi Turun Tangan

Video viral wanita histeris diduga dianiaya di Depok. Masalah berawal dari teguran pembakaran sampah. Polisi klarifikasi, ini hanya perselisihan warga.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Viral Ribut Warga di Depok Dipicu Bakar Sampah, Polisi Turun Tangan
Foto: Detik

Depok -

Sebuah video memperlihatkan seorang wanita yang histeris setelah diduga dianiaya di Jatijajar, Depok. Diduga masalah dipicu teguran pembakaran sampah.

Dinarasikan, peristiwa bermula karena teguran terhadap seorang pria yang membakar sampah. Namun pria itu tidak terima sehingga diduga adanya penganiayaan terhadap korban.

Diminta konfirmasi, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan mengatakan bahwa tidak terjadi penganiayaan berkaitan dengan kejadian itu. Melainkan, dua pihak warga yang berselisih karena teguran pembakaran sampah.

"Betul (bukan penganiayaan melainkan perselisihan warga) info dari Polsek Cimanggis seperti itu," ujar AKP Hendra saat dihubungi wartawan, Senin (12/10/2026).

Hendra mengatakan kasus bermula pada Selasa (29/9) di Jatijajar, Tapos, Depok. Warga RT 7 berinisial S dan warga Perumahan Zenix Cimanggis berinisial A berselisih terkait asap pembakaran sampah.

Warga RT 7 melakukan pembakaran sampah di kebunnya. Asap dari pembakaran sampah tersebut menyebar hingga ke area Perumahan Zenix Cimanggis.

"Penghuni Perumahan Zenix Cimanggis atas nama Bapak A merasa terganggu dengan asap pembakaran sampah tersebut," ucapnya.

Kemudian warga Perumahan Zenix mengunggah permasalahan tersebut ke media sosial. Warga RT 7 menilai hal itu menyudutkan atau merugikan.

Unggahan di media sosial tersebut kemudian mendapat respons dari Tim Maung Kota Depok. Berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemukan permasalahan lebih lanjut karena pembakaran sampah tersebut hanya dilakukan pada saat itu.

"Akibat permasalahan tersebut diunggah ke media sosial, pihak keluarga Bapak S merasa tidak nyaman dan terganggu. Pihak keluarga S meminta A untuk menghapus atau melakukan takedown terhadap video yang telah diunggah," ungkapnya.

Namun, pihak penghuni Perumahan Zenix Cimanggis tidak bersedia menghapus unggahan tersebut. Kondisi ini memicu kekecewaan warga hingga akhirnya dilakukan pemagaran jalan akses menuju Perumahan Zenix Cimanggis.

Pihak kepolisian kemudian melakukan mediasi antara kedua pihak warga pada Minggu (11/10) siang. Namun, mediasi belum menghasilkan kesepakatan karena salah satu pihak tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Pada pukul 17.00 WIB, A kemudian pulang dan hendak memasuki kawasan perumahan. Namun akses jalan dalam kondisi dipagar sehingga kendaraan milik A ditempatkan di tengah jalan.

"Sehingga menghambat aktivitas dan menyulitkan warga RT 07 yang hendak melintas. Kejadian tersebut memicu kemarahan dan emosi warga," tuturnya.

Polisi kemudian melakukan mediasi kembali. Dari hasil mediasi keduanya memutuskan berdamai dan pagar telah dibuka.

"Sudah selesai mediasi semalam dan diselesaikan damai. Sudah dibuka kembali (pagarnya)," ungkapnya.

(dvp/mea)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.