JawaPos.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meminta pengawas sekolah meningkatkan literasi digital dan data untuk mengawasi pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di lingkungan pendidikan.
Penggunaan teknologi tersebut perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, terutama dalam memeriksa kebenaran informasi dan memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan pembelajaran.
Atip menegaskan, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser peran guru dalam membimbing murid dan membentuk karakter. Karena itu, pengawas perlu memastikan pemanfaatan AI di sekolah tetap mendukung proses belajar, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.
”Pengawas sekolah merupakan penjaga mutu sekaligus penghubung antara kebijakan pemerintah dan praktik nyata di satuan pendidikan,” ujar Atip, Jumat (16/10).
Menurut Atip, pengawasan sekolah tidak cukup dilakukan dengan memeriksa kelengkapan administrasi. Pengawas harus memastikan kebijakan pendidikan benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran, mulai dari kepemimpinan kepala sekolah, kemampuan guru mengajar, hingga pengalaman belajar yang dirasakan murid.
Ia mengatakan, keberhasilan kebijakan pendidikan tidak bisa hanya diukur dari penerbitan aturan atau pelaksanaan program. Dampaknya harus terlihat dalam pengelolaan sekolah dan kegiatan belajar mengajar.
Karena itu, pengawas diharapkan lebih aktif mendampingi sekolah untuk menemukan solusi dan melakukan perbaikan. Peran tersebut dinilai lebih penting daripada sekadar mencatat kekurangan atau memastikan dokumen administrasi telah terpenuhi.
Atip juga menekankan pentingnya penggunaan data dalam menjalankan fungsi pengawasan. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Rapor Pendidikan dapat dimanfaatkan untuk memahami kondisi sekolah sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang sesuai.
Namun, data tersebut harus dianalisis dengan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Dengan begitu, tindak lanjut pengawasan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi menghasilkan perbaikan yang dibutuhkan sekolah.