Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Wamenhaj Ingin Kalangan Umat Kristen hingga Hindu jadi Petugas Haji, Sulut Sudah Diminta Terapkan

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak masyarakat lintas agama untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji, sebagai simbol toleransi dan kebersamaan.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Wamenhaj Ingin Kalangan Umat Kristen hingga Hindu jadi Petugas Haji, Sulut Sudah Diminta Terapkan
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong keterlibatan masyarakat lintas agama seperti kalangan umat Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Gagasan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata toleransi, kebinekaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Dahnil menilai, keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia yang perlu diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pelayanan jemaah haji. Menurutnya, dukungan terhadap penyelenggaraan haji tidak harus terbatas pada umat Islam, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang agama atas dasar kemanusiaan.

"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," kata Dahnil sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kemenhaj, Minggu (1/11).

Dia menjelaskan, keterlibatan masyarakat lintas agama dapat menjadi sarana untuk menerjemahkan nilai toleransi ke dalam tindakan nyata. Sebab, toleransi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui sikap saling menghargai, tetapi juga perlu diwujudkan dalam bentuk kolaborasi dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam penyelenggaraan haji, kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui kontribusi masyarakat dari berbagai kelompok agama untuk mendukung kelancaran pelayanan jemaah. Dengan begitu, ibadah haji juga bisa menjadi momentum memperlihatkan bahwa nilai kemanusiaan tidak dibatasi oleh perbedaan keyakinan.

Dahnil mencontohkan, Sulawesi Utara sebagai daerah yang memiliki tradisi kehidupan masyarakat majemuk. Karena itu, dia telah meminta jajaran terkait agar membuka ruang keterlibatan kelompok masyarakat lintas agama, termasuk umat Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu, dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di daerah tersebut.

"Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia," ujarnya.

Menurut Dahnil, inisiatif tersebut sekaligus menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski haji merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, dukungan terhadap pelayanan jemaah dapat menjadi bentuk pengabdian kemanusiaan yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.

Dia berharap, keterlibatan masyarakat lintas agama dapat mempererat hubungan antarkelompok sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam mendukung pelayanan publik. 

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.