Jakarta -
Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengundang Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk meminta penjelasan mengenai kondisi fiskal nasional dan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026-2027. Pembahasan mencakup pendapatan, belanja, pembiayaan negara hingga alokasi anggaran di sejumlah sektor prioritas.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rapat pleno ketiga Wantimpres yang dipimpin Ketua Wantimpres Pratikno di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pratikno mengatakan kebijakan fiskal berkaitan dengan berbagai bidang yang menjadi perhatian Wantimpres, tidak hanya ekonomi dan keuangan, tetapi juga politik, hukum, keamanan, serta kesejahteraan sosial.
"Kami ingin memperoleh gambaran tentang postur kebijakan fiskal kita. Di Wantimpres, kami ada tiga bidang, yaitu politik, hukum, dan keamanan; kesejahteraan sosial, agama, dan budaya; serta ekonomi dan keuangan. Tetapi, fiskal bukan hanya terkait dengan bidang ekonomi dan keuangan. Bidang-bidang yang lain juga sangat terkait dengan kita," kata Pratikno di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Suahasil memaparkan perkembangan ekonomi dan kondisi fiskal sepanjang 2026 serta gambaran APBN 2027. Ia menjelaskan pendapatan dan belanja negara, pembiayaan, serta alokasi anggaran untuk perlindungan sosial, penanggulangan bencana, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Suahasil juga menjelaskan tiga fungsi APBN, yakni alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Menurutnya, APBN menjadi instrumen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan menjaga stabilitas perekonomian.
"Pemerintah akan terus menjaga APBN sebagai instrumen yang menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, dan tetap kredibel, sehingga pertumbuhan dapat terus terjaga, kesejahteraan meningkat, dan stabilitas ekonomi tetap kuat," ujar Suahasil.
Suahasil turut menjelaskan peran Kementerian Keuangan dalam mengelola APBN untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden, dengan tetap menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal.
Pemaparan Suahasil berlangsung sekitar 30 menit sebelum dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori Wakil Ketua Wantimpres Muhammad Hatta Rajasa. Sejumlah anggota Wantimpres menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan masukan berdasarkan bidang keahlian masing-masing.
Wantimpres menggelar rapat tersebut untuk mendalami kondisi fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah sebagai bahan dalam menjalankan tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Rapat pleno ketiga tersebut dipimpin Ketua Wantimpres RI Pratikno, dihadiri Wakil Ketua merangkap Anggota Wantimpres RI Muhammad Hatta Rajasa, Sekretaris merangkap Anggota Wantimpres RI Muhammad Qodari, serta para Anggota Wantimpres RI, yakni Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Al-Jufri, Soekarwo, Rocky Gerung, Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuntjoro Widjaja, Budi Santoso Tanuwibowo, Anwar Usman, Mohammad Hatta, Jusuf Hamka, Dato' Sri Tahir, Margarito Kamis, Jacklevyn F. Manuputty, dan Ignasius Jonan.
(eva/amw)