JAKARTA, iNews.id - Media sosial bisa menjadi sumber tekanan psikologis bagi remaja dan anak muda. Kebiasaan melihat pencapaian, gaya hidup mewah, hingga kesuksesan orang lain di layar ponsel dapat memicu kecemasan ketika seseorang mulai membandingkan kehidupannya dengan apa yang dilihat di internet.
Di balik foto dan video yang terlihat sempurna, pengguna belum tentu mengetahui realitas kehidupan orang yang membuat konten tersebut. Namun, ketika unggahan itu dianggap sebagai gambaran kehidupan yang sebenarnya, sebagian orang bisa merasa tertinggal, kurang berhasil, atau tidak cukup baik dibandingkan orang lain.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, mengingatkan bahwa paparan konten semacam ini perlu disikapi secara kritis, terutama oleh remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi. (Foto: Niko Prayoga)