Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Warung Nonhalal di Sukoharjo Dibakar, Kepala BPJPH: Tak Boleh Terjadi Lagi

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menyayangkan insiden pembakaran warung mi nonhalal

Detik 2 menit baca 0 komentar
Warung Nonhalal di Sukoharjo Dibakar, Kepala BPJPH: Tak Boleh Terjadi Lagi
Foto: Detik

Jakarta -

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menyayangkan insiden pembakaran warung mi nonhalal di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 12 September 2026.

Haikal mengungkapkan tindakan kekerasan terhadap tempat usaha maupun ancaman terhadap karyawan tidak dapat dibenarkan dan tidak boleh terulang. Menurutnya, peristiwa tersebut sebagai kejadian yang memalukan karena mencederai nilai keberagaman dan kerukunan yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Indonesia.

Haikal menegaskan halal dan nonhalal merupakan pilihan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Perbedaan keyakinan maupun pilihan konsumsi seharusnya dihormati, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan.

"Teman-teman sekalian, saya mendengar dan melihat di media sosial adanya sebuah warung dibakar karena menjual daging tertentu yang dikategorikan tidak halal bagi umat Islam di Indonesia. Bersama ini kami tekankan bahwa hal ini adalah kejadian yang sangat memalukan, tidak boleh terjadi lagi, dan harap menjadi kejadian yang pertama dan terakhir," ujar Haikal dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Haikal menjelaskan Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri atas berbagai suku, ras, kelompok, agama, dan kepercayaan. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Indonesia justru harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan dapat hidup berdampingan secara damai melalui sikap saling menghormati dan menghargai.

"Halal dan nonhalal adalah sebuah pilihan. Indonesia adalah negara majemuk dengan berbagai macam suku, ras, kelompok, agama, dan kepercayaan yang seharusnya menjadi contoh bagi seluruh negara di dunia bahwa kita tetap bisa menjaga kerukunan," tegasnya.

Haikal berharap peristiwa di Sukoharjo tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan dapat mengedepankan sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga harmoni sosial, menghormati perbedaan, serta tidak menggunakan kekerasan dalam menyikapi perbedaan pilihan maupun keyakinan.

Haikal pun menegaskan pentingnya menjaga Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

"Seluruh elemen masyarakat harus saling menghormati dan saling menjaga. Mari kita jadikan Indonesia sebagai contoh bagi dunia dalam menerapkan keberagaman yang indah, keteraturan, dan kerukunan antarsuku, ras, agama, serta golongan," pungkasnya.

(BPJPH/sls)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.