Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Waspada Banjir dan Longsor, Catat Sederet Imbauan BNPB

Imbauan bencana hidrometeorologi ini ditujukan kepada pemerintah, relawan hingga masyarakat

Liputan 6 3 menit baca 0 komentar
Waspada Banjir dan Longsor, Catat Sederet Imbauan BNPB
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan sejumlah imbauan kepada pemerintah daerah dan masyarakat menyusul terjadinya bencana di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini.

Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring yang diikuti Liputan6.com, Kamis (29/10/2026).

Berton mengimbau pemerintah daerah untuk memberikan perhatian penuh terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, terutama saat hujan deras dan berlangsung lama terjadi di wilayah masing-masing.

"Untuk itu, kami bisa sampaikan aktifkan posko siaga, cek kesiapsiagaan peralatan maupun logistik yang sudah ada di wilayah masing-masing," ujar Berton, Kamis (29/10/2026).

"Bersihkan sungai, drainase, gorong-gorong sebelum puncak hujan tiba. Petakan dan pantau wilayah rawan banjir, longsor, dan terutama masyarakat yang ada di pesisir," sambung Berton.

Dia juga meminta pemerintah daerah menyiapkan jalur evakuasi serta menyebarkan peringatan dini BMKG kepada warga di sekitar wilayah rawan bencana agar mereka dapat mewaspadai potensi bencana.

"Serta siapkan layanan kesehatan, dapur umum, dan tempat pengungsian serta hal-hal yang lain yang diperlukan untuk kesiapsiagaan banjir atau pun longsor," tutur Berton.

 

Imbauan untuk Relawan

Berton juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada relawan yang selama ini membantu penanganan bencana di beberapa wilayah Indonesia.

"Mengingat beberapa relawan yang mengalami adanya terganggu kesehatan, kami mengimbau kepada relawan agar tetap waspada terhadap kesehatan pribadi," kata dia.

"Di mana, perlu kami sampaikan bahwa keterlibatan relawan harus berdasarkan rencana operasi pos komando, jadi tidak lepas dari apa yang sudah direncanakan oleh komandan kita di dalam posko sehingga rencana tersebut bisa terlaksana dengan baik," sambung dia.

Berton turut mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan supervisi terkait keselamatan dan keamanan relawan yang akan melaksanakan kegiatan.

"Tentu perlu ada safety officer di lokasi saat tim relawan melakukan pemadaman, sehingga ketika ada asap beralih dari suatu tempat ke tempat lain atau adanya kelelahan dari relawan, safety officer bisa menyampaikan untuk beristirahat bahkan untuk pulang mungkin atau mendapatkan pelayanan kesehatan bila diperlukan," ucap dia.

"Pembekalan atau briefing perlu dilakukan sebelum mulai operasi serta setelah lakukan operasi dilakukan debriefing sehingga potensi apa yang terjadi selama melakukan operasi tersebut dapat didiskusikan, sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama operasi bisa dihindari di kemudian hari," sambung Berton.

Dia melanjutkan, pengerahan relawan harus disesuaikan dengan durasi rencana operasi yang telah ditentukan di pos komando.

"Jadi pengerahan relawan ini tidak boleh melebihi dari apa yang menjadi kapasitasnya serta relawan yang terlibat memiliki pengetahuan terhadap pemadam karhutla diantaranya pemahaman fire triangle, tipe kebakaran, metode dan teknik pemadaman serta prosedur keselamatan diri maupun tim," ucap Berton.

"Kami menyampaikan bahwa perlu setiap orang, setiap relawan menggunakan APD yang standar ada helm keselamatan atau safety helmet, kemudian kaca pelindung, masker yang memang standar N95, pakaian kerja yang tahan panas, sarung tangan kulit ataupun tahan panas, sepatu lapangan, serta rangsel dan perlengkapan lapangan lainnya perlu dimiliki," sambung dia.

 

Imbauan untuk Masyarakat

Selain kepada pemerintah daerah dan relawan, Berton juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat.

"Kami mengimbau agar masyarakat membersihkan saluran air di sekitar rumah dan jangan membuang sampah dimanapun terutama ke badan sungai. Kenali jalur evakuasi, siapkan tas siaga, dan dokumen penting untuk dijaga dari sekarang," kata dia.

Berton juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi tanah longsor. Menurut dia, retakan di wilayah perbukitan perlu dihindari. Masyarakat juga diminta menjauhi area yang menunjukkan tanda-tanda longsor, seperti air keruh dan pohon miring.

"Apabila hujan lebat, jauhi sungai, lereng dan pantai, jangan melaut saat gelombang tinggi. Serta ikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPPD setempat serta instansi yang terkait," tandas Berton.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.