Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Wilayah Sumut Kembali Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kiriman

Kabut asap akibat karhutla kiriman di Pulau Kalimantan dan Sumsel menyelimuti Sumatera Utara.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Wilayah Sumut Kembali Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kiriman
Foto: CNN Indonesia

Medan, CNN Indonesia --

Seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) kembali diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman dari Kalimantan dan Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (21/10).

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) wilayah I Medan, Hendro Nugroho mengatakan hasil pemantauan citra satelit pada sebaran titik panas (hotspot) 24 jam di Sumut pada 20 Oktober 2026, tidak terdapat titik panas dengan kategori sedang di wilayah provinsi tersebut.

"Namun berdasarkan pemantauan citra satelit sebaran asap di wilayah Sumatera pada 21 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, terdeteksi sebaran asap di seluruh wilayah Sumatera Utara. Dari analisis angin, angin bertiup dari arah timur - tenggara menuju barat laut - utara," ujarnya.

Dia menyebutkan pola pergerakan angin tersebut mengindikasikan bahwa sebaran asap di wilayah Sumut merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan angin.

Pilihan Redaksi

"Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," urai Hendro.

Sementara itu, tambahnya, berdasarkan pemantauan kondisi kualitas udara pada 21 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang.

"Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi Aek Godang pada 21 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB juga menunjukkan penurunan jarak pandang berkisar antara 1-5 km. Kondisi ini diprakirakan masih akan terjadi hingga 3 hari ke depan," sebut Hendro.

Oleh karena itu, masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.

"Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap," terangnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepala daerah untuk berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat dalam mengantisipasi dampak sebaran asap serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

(fnr/kid)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.