Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Wisatawan Resah Anak-anak Minta Uang di Glodok: Ditolak Malah Ngikutin

Pengunjung Glodok keluhkan anak-anak meminta uang. Mereka berharap pemerintah turun tangan untuk menjaga kenyamanan wisatawan.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Wisatawan Resah Anak-anak Minta Uang di Glodok: Ditolak Malah Ngikutin
Foto: Detik

Jakarta -

Sejumlah pengunjung mengeluhkan keberadaan anak-anak yang meminta uang dan menawarkan tisu kepada wisatawan di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Mereka berharap pemerintah turun tangan agar aktivitas wisata di kawasan tersebut tetap nyaman dan tertib.

Awal mula keluhan itu muncul dari seorang turis asing diduga diikuti seorang anak kecil yang meminta uang di kawasan Glodok. Peristiwa tersebut viral di media sosial.

Salah seorang pengunjung, Cila (26), juga merasa terganggu dengan situasi tersebut. Menurutnya, anak-anak yang meminta-minta atau menawarkan tisu seharusnya tidak memaksa apabila pengunjung sudah menolak.

"Sebenarnya cukup mengganggu kalau kita lagi jalan-jalan, lalu didatangi terus untuk dimintai uang. Dan nggak cuma di Glodok saja, hampir di tempat keramaian semua begitu," kata Cila saat ditemui di Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).

Cila mengaku pernah membeli tisu dari seorang anak seharga Rp 5 ribu karena merasa kasihan. Namun, setelah membeli tisu tersebut, anak-anak lain justru mendatanginya dan meminta agar dirinya kembali membeli tisu.

"Awalnya kasihan, ya sudah aku beli tisunya satu Rp 5 ribu. Eh, habis aku beli di anak ini, anak lainnya datangi aku minta dibeli juga. Maksa pula. Jadi ya nyebelin saja sih, kasihan jadi hilang," ujarnya.

Kawasan Glodok, Jakarta BaratKawasan Glodok, Jakarta Barat (Foto: Brigitta Belia/detikcom)

Meski demikian, Cila mengaku prihatin melihat anak-anak yang masih kecil harus meminta-minta di jalanan. Ia menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut mengenai kondisi keluarga anak-anak tersebut, termasuk kemungkinan adanya orang dewasa yang menyuruh mereka mencari uang.

"Kalau memang ada orang tua yang menyuruh anaknya meminta-minta, itu yang harus diperiksa. Jangan sampai anak dijadikan cara buat mendapatkan uang. Tapi ya harus ditelusuri dulu faktanya, jangan sampai kita langsung menuduh tanpa mengetahui kondisi sebenarnya juga," tuturnya.

Menurut Cila, persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh, bukan sekadar menertibkan anak-anak yang berada di jalan. Pemerintah perlu mencari tahu penyebab mereka meminta-minta agar penanganan yang dilakukan bisa tepat sasaran.

"Menurutku, harus dicari tahu kenapa anak-anak itu sampai meminta-minta. Apakah karena kondisi ekonomi keluarga atau ada faktor lain. Jadi penanganannya jangan hanya di jalan, tetapi juga melihat keadaan keluarganya. Intinya pemerintah turun tangan," ungkapnya.

Cila juga menyayangkan apabila wisatawan merasa tidak nyaman saat berkunjung ke Glodok. Terlebih, kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan kuliner yang menarik perhatian pengunjung lokal maupun wisatawan asing.

Senada dengan Cila, pengunjung lainnya, Edi (48), mengatakan dirinya juga kerap melihat anak-anak mendatangi wisatawan untuk meminta uang atau menawarkan tisu di kawasan tersebut.

"Sering, nggak cuma di Glodok saja. Di tempat yang ramai pengunjung pasti ada. Biasanya mereka mendekati orang-orang yang sedang jalan-jalan atau wisatawan yang lagi lihat-lihat, terus minta buat makan. Kasihan aslinya," kata Edi.

Namun, Edi menilai tindakan anak-anak yang terus mendesak pengunjung meski sudah ditolak dapat mengganggu kenyamanan. Menurutnya, wisatawan seharusnya bisa menikmati suasana Glodok tanpa merasa terpaksa memberikan uang atau membeli barang.

Edi mengaku biasanya melihat anak-anak tersebut berjalan sendiri. Meski begitu, ia menilai perlu ada pemeriksaan untuk mengetahui apakah mereka meminta-minta atas inisiatif sendiri atau ada orang dewasa yang mengarahkan.

"Menurut saya, perlu ada petugas yang memantau kawasan tersebut. Anak-anaknya jangan hanya ditertibkan, tetapi juga diperiksa bagaimana kondisi mereka. Kalau memang membutuhkan bantuan, harus dibantu supaya tidak terus berada di jalan," ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan tersebut. Dengan begitu, kawasan Glodok bisa menjadi tempat wisata yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan asing.

Sebelumnya, Dilihat detikcom dari unggahan di Instagram pada Sabtu (24/10), turis asing itu bernama Dale Philip. Dia terlihat berjalan di kawasan Glodok, Chinatown, Jakarta. Dalam video yang beredar, seorang anak kecil tampak menghampiri dan terus mengikuti langkahnya.

Dale beberapa kali menolak dengan mengatakan, "No, no," sambil berusaha melanjutkan perjalanan. Dia menduga anak tersebut diarahkan oleh ibunya untuk terus mengikutinya dan meminta uang.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat, Fajar Laksono, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kewilayahan, termasuk pengurus RT dan RW, untuk menelusuri kondisi anak beserta keluarganya.

"Apabila ditemukan anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan sosial, akan dilakukan asesmen terhadap kondisi sosial, ekonomi, serta lingkungan keluarga guna menentukan bentuk penanganan yang tepat, dengan mengutamakan perlindungan hak anak,"kata Fajar dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Fajar mengatakan pihaknya juga akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga tersebut. Dia mengatakan hal itu dilakukan agar anak tak dilibatkan dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu pemenuhan hak serta keselamatannya.

(bel/lir)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.