Madrid -
Pasca kecelakaan kereta cepat yang terjadi pada Rabu (28/10) di Provinsi ToledoSpanyol upaya pencarian korban masih terus berlanjut. Berbekal tiga mesin derek, tim penyelamat terus mencari korban yang mungkin masih terjebak di dalam gerbong-gerbong kereta yang hancur hingga Kamis dini hari. Dalam proses tersebut, ditemukan satu jenazah, demikian disampaikan pejabat Castilla-La Mancha, Emiliano Garca-Page.
Tim penyelamat mengatakan kemungkinan masih ada korban lain yang terjebak di dalam reruntuhan. Jumlah korban tewas kini dilaporkan mencapai 69 orang dan 100 lainnya terluka.
Sebuah sekolah di desa Urda, dekat lokasi kecelakaan, menjadi pusat informasi bagi orang-orang yang mencari kabar tentang keberadaan kerabat dan keluarga mereka. Staf Palang Merah turut menawarkan bantuan. Di ibu kota Madrid serta di Toledo, Crdoba, dan Sevilla, kepolisian mendirikan pos-pos layanan bagi anggota keluarga di mana mereka dapat menyerahkan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi korban tewas.
Tiga hari berkabung nasional
Perdana Menteri Pedro Snchez mengumumkan tiga hari berkabung nasional hingga Sabtu (31/10) dan berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh.
"Kami akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas. Jika memang ada kelalaian, hal itu akan terungkap," katanya di lokasi kecelakaan, di Provinsi Toledo, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid.
"Hal ini tidak dapat diterima, bagi negara seperti Spanyol dalam kurun waktu satu tahun terjadi dua kecelakaan parah kereta api cepat," tegas Kepala Pemerintahan tersebut merujuk pada kecelakaan kereta api parah di Adamuz, Andalusia, yang menewaskan 46 orang pada bulan Januari lalu. Jika ditemukan kesalahan pada sistem keselamatan, pihak berwenang akan menindaklanjutinya dengan tegas.
Snchez juga berada di bawah tekanan karena, sebulan menjelang pemilihan umum, partai oposisi konservatif dan populis kanan memintanya bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. "Korupsi membunuh," pemerintah sayap kiri itu kriminal, kata Santiago Abascal, salah satu pemimpin partai populis kanan yang sedang naik daun, Vox.
Menurut Menteri Perhubungan scar Puente, tabrakan dahsyat tersebut disebabkan oleh keputusan "yang tidak dapat dijelaskan" dan "salah" dari pusat pengendalian kereta api.
Berdasarkan temuan sejauh ini, sistem pengamanan otomatis tidak berfungsi di wilayah Castilla-La Mancha. Beberapa kereta berkecepatan tinggi di ruas jalur sepanjang 63 kilometer yang juga mengalami hal yang sama dihentikan hingga sistem kontrol manual diaktifkan.
Menurut Puente, seorang pegawai operator jaringan kereta api Adif di pusat kendali di Madrid mengizinkan sebuah kereta milik negara, Renfe, untuk melanjutkan perjalanan, meskipun ada kereta milik operator swasta Iryo yang masih menunggu di jalur tersebut. Kereta yang sedang melaju itu mengangkut 397 penumpang, sedangkan kereta yang sedang menunggu mengangkut 147 penumpang.
17 menit sebelum kecelakaan maut
Mengapa petugas pengatur lalu lintas kereta api tidak menyadari bahaya tersebut dengan tepat waktu? Ini menjadi pertanyaan kunci yang masih belum terjawab. Pada saat itu, jarak antara kedua kereta berkecepatan tinggi tersebut sekitar 25 kilometer. Jarak tersebut dapat ditempuh kereta Renfe dalam waktu 17 menit. Petugas kepolisian dan Badan Investigasi Kecelakaan Independen (AITAT) mewawancarai petugas.
AITAT menganggap masih terlalu dini untuk berhipotesis mengenai penyebab terjadinya tabrakan. Menteri Perhubungan Puente juga menyatakan bahwa para ahli harus mengklarifikasi apakah ada faktor kesalahan manusia. Berdasarkan laporan media Spanyol, rekaman komunikasi radio antara pusat kendali di Madrid dan kedua masinis mengindikasikan adanya keputusan yang keliru dari pusat operasi.
Sistem pengaman kereta cepat yang digunakan pada rute Madrid-Sevilla berasal dari Jerman. Sistem ini bernama LZB (sistem pengendalian kereta linier), yang secara terus-menerus memantau laju kereta dan mengirimkan instruksi pengoperasian langsung kepada masinis.
Jika sebuah kereta melebihi kecepatan yang diizinkan atau melanggar ketentuan lain, sistem ini dapat mengerem secara otomatis. Namun, jika terjadi gangguan besar, pusat pengendali akan mengambil alih kendali.
Serikat pekerja kereta Spanyol, Sindicato Ferroviario, telah lama mengkritik kondisi jaringan kereta. Serikat pekerja masinis SEMAF tetap akan menggelar aksi mogok kerja hari ini. Mereka juga menuntut peningkatan pengamanan kereta cepat. Aksi mogok telah diumumkan sejak pertengahan Oktober, sebelum kecelakaan terjadi.
Aksi protes diwarnai kerusuhan
Saat banyak orang di Spanyol berkabung mengenang para korban dengan mengheningkan cipta selama satu menit, kerusuhan terjadi di Madrid di tengah aksi unjuk rasa yang diprakarsai oleh kelompok-kelompok ekstrem kanan. Stasiun televisi TVE melaporkan bahwa para demonstran dan polisi terlibat dalam bentrokan.
Dalam kecelakaan yang terjadi di bulan Januari di dekat Adamuz, Andalusia, di jalur yang sama, masing-masih melibatkan satu kereta dari perusahaan Renfe dan Iryo. Kereta Iryo tergelincir dan bertabrakan dengan kereta Renfe yang melaju dari arah berlawanan. Pada saat itu, Perdana Menteri Snchez telah menjanjikan tambahan 1,8 miliar euro (Rp36,4 triliun) kepada serikat pekerja untuk perbaikan jaringan kereta api, termasuk dana pemeliharaan jaringan untuk periode 2026 hingga 2030.
Meskipun Spanyol telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan jaringan kereta api berkecepatan tinggi dalam beberapa tahun terakhir, data dari Komisi Uni Eropa menunjukkan bahwa pengeluaran untuk pemeliharaan masih tertinggal dibandingkan negara-negara besar Eropa lainnya.
Dari rata-rata 1,5 miliar euro yang diinvestasikan setiap tahun antara 2018 dan 2022, hanya sekitar 16% yang dialokasikan untuk pemeliharaan, peremajaan, dan modernisasi. Dengan panjang jalur sekitar 4.000 kilometer, Spanyol memiliki jaringan kereta berkecepatan tinggi terbesar kedua di dunia setelah Cina.
Artikel in pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Ayu Purwaningsih

(nvc/nvc)