Jakarta -
Koalisi pimpinan Arab Saudi kembali mencegat sebuah drone di wilayah udara Makkah, kota paling suci dalam agama Islam. Sedikitnya dua rudal dilaporkan menghantam Pulau Qeshm yang dikuasai Iran di perairan Selat Hormuz.
Otoritas Riyadh tidak menyebutkan lebih lanjut sumber atau asal drone tersebut. Namun aktivitas pencegatan itu terjadi saat Saudi, beberapa waktu terakhir, menjadi target serangkaian serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak secara langsung mengakui serangan terhadap Pulau Qeshm, namun menyebut AS memang melancarkan "serangan kecil" menargetkan "perangkat anti-pesawat" buatan Iran.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (7/11/2026):
- AS Tawarkan Rp 362 M untuk Informasi Soal Program Nuklir Iran
Amerika Serikat (AS) menawarkan imbalan sebesar US$ 20 juta, atau setara Rp 362 miliar, bagi siapa pun yang mampu memberikan informasi mengenai program nuklir Iran. Penawaran ini diumumkan saat Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/11/2026), mengumumkan penawaran tersebut dalam pernyataan via media sosial X. Penawaran itu merupakan bagian dari program Departemen Luar Negeri AS yang bernama "Rewards for Justice".
"Menawarkan imbalan hingga US$ 20 juta dan kemungkinan relokasi bagi informasi mengenai program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, dan personel yang terlibat, mencakup mereka yang berada dalam komunitas ilmiah," demikian penawaran CENTCOM.
- Arab Saudi Kembali Cegat Drone di Langit Makkah
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa sebuah drone berhasil dicegat di wilayah udara Makkah, kota paling suci dalam agama Islam. Otoritas Riyadh tidak menyebutkan lebih lanjut sumber atau asal drone tersebut.
Namun aktivitas pencegatan itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/11/2026), terjadi saat Saudi, beberapa waktu terakhir, menjadi target serangkaian serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman.
"Pencegatan dan penghancuran drone di wilayah Makkah," kata juru bicara koalisi Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, dalam pernyataan via media sosial pada Jumat (6/11) waktu setempat.
- Iran Peringatkan AS: Pasukan Kami Lebih Kuat Dibandingkan Awal Perang!
Militer Iran memperingatkan bahwa pasukannya kini "lebih kuat" dan lebih termotivasi dibandingkan saat Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai perang pada akhir Februari lalu. Teheran juga mengatakan bahwa pasukan militernya kini dalam kondisi siaga tinggi.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah potensi operasi militer terbaru AS terhadap Iran.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, seperti dilansir AFP, Sabtu (11/7/2026), mengklaim bahwa pasukan Angkatan Bersenjata Iran sudah lebih berpengalaman dalam konfrontasi melawan AS dan Israel.
- 2 Rudal Hantam Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Trump Sebut 'Serangan Kecil'
Sedikitnya dua rudal dilaporkan menghantam Pulau Qeshm yang dikuasai Iran di perairan Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak secara langsung mengakui serangan itu, namun menyebut AS memang melancarkan "serangan kecil" menargetkan "perangkat anti-pesawat" buatan Iran.
Serangan terbaru terhadap Pulau Qeshm itu, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (7/11/2026), dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, yang menyebut setidaknya dua rudal menghantam Pulau Qeshm pada Sabtu (7/11) waktu setempat.
Belum ada informasi resmi mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua rudal tersebut.
- Pemimpin Sekte di Kenya Divonis 200 Tahun Bui Atas Pembunuhan 190 Anak
Paul Mackenzie, seorang pemimpin sekte sesat yang mengaku sebagai pendeta di Kenya, dijatuhi hukuman 200 tahun penjara atas dakwaan pembunuhan 190 anak dan satu orang dewasa. Mackenzie memimpin sebuah sekte yang mempraktikkan kelaparan hingga tewas.
Ratusan jenazah ditemukan di markas sekte tersebut di dekat kawasan resor pesisir Malindi sejak tahun 2023 lalu. Kasus ini dikenal sebagai "Pembantaian Hutan Shakahola".
Mackenzie yang bekas sopir taksi dituduh menghasut para pengikutnya untuk membiarkan diri mereka mati kelaparan demi "bertemu dengan Yesus".
(nvc/nvc)